Wall Street Merah, S&P 500 Tertekan Lonjakan Harga Minyak di Atas USD100
Thursday, September 10, 2026       04:22 WIB
  • S&P 500 turun 0,48%, Nasdaq -0,64%, dan Dow -0,77%.
  • Minyak di atas USD100 dan yield Treasury menekan saham.
  • Investor menanti data inflasi AS dan arah suku bunga Fed.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di zona merah, Rabu, tertekan lonjakan harga minyak mentah di atas USD100 per barel. Saham Apple juga tergelincir, sementara imbal hasil US Treasury melesat menjelang rilis data inflasi penting pekan ini.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup turun 0,48% atau 37,16 poin menjadi 7.636,36, Nasdaq Composite Index melemah 0,64% atau 168,07 poin ke posisi 26.253,34, sedangkan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,77% atau 405,41 poin jadi 52.380,66, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Rabu (9/9) atau Kamis (10/9) pagi WIB.
S&P 500 kini berada sekitar 2% di bawah rekor penutupan yang dicapai pada 13 Agustus, meski masih membukukan kenaikan sekitar 12% sepanjang 2026.
Kekhawatiran terhadap pasokan minyak global dan meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah mendorong harga Brent menembus USD100 per barel. Level tersebut menjadi perhatian pasar saham karena kenaikan harga minyak dapat memperbesar tekanan inflasi.
Perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang kini memasuki bulan ketujuh memicu kekhawatiran konflik meluas ke kawasan lain, sementara harga minyak yang tinggi berpotensi semakin mendorong inflasi.
Indeks sektor energi S&P 500 menjadi satu-satunya sektor yang menguat, melesat 1,1%. Seluruh indeks sektor lainnya ditutup melemah.
Saham Apple turun 0,3% setelah perusahaan menggelar peluncuran smartphone pertamanya di bawah kepemimpinan CEO baru John Ternus.
Sementara itu, imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun sebagai acuan melompat ke level tertinggi sejak November 2023. Kenaikan terjadi setelah Departemen Keuangan AS mengatakan akan membeli hingga USD6 miliar obligasi pemerintah bertenor 10 hingga 20 tahun.
Sejumlah analis sebelumnya memperkirakan nilai pembelian yang lebih besar, yakni sekitar USD8 miliar hingga USD10 miliar.
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang dianggap sebagai aset bebas risiko membuat saham menjadi relatif kurang menarik bagi investor.
Senior Investment Strategist U.S. Bank Wealth Management di Seattle, Rob Haworth, mengatakan kondisi tersebut membuat pasar semakin berhati-hati karena belum banyak katalis dari sisi ekspektasi laba perusahaan hingga musim laporan keuangan kuartal III dimulai.
Pelaku pasar kini menunggu data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika, Kamis, dan data harga konsumen pada Jumat. Kedua data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Berdasarkan perhitungan pasar, investor memperkirakan peluang sekitar 60% the Fed akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan pekan depan.
Sementara, saham Meta Platforms melonjak lebih dari 6% sehingga membantu membatasi kejatuhan S&P 500. Raksasa media sosial tersebut meluncurkan asisten kecerdasan buatan (AI) yang telah lama diperkenalkan dan mampu menjalankan sejumlah tugas secara mandiri, termasuk mengirim email, menjual mobil, hingga melakukan pemesanan perjalanan atas nama pengguna.
Sebaliknya, saham Alphabet anjlok 2,3%. Perusahaan induk Google tersebut mengatakan akan menginvestasikan sedikitnya USD15,1 miliar untuk infrastruktur AI di Finlandia selama dua tahun ke depan, termasuk kesepakatan besar untuk pasokan listrik tenaga nuklir.
Indeks Philadelphia Semiconductor naik 0,37%, dengan saham Advanced Micro Devices (AMD) melambung 3%.
Saham Dow turun 0,6% setelah  Bloomberg News  melaporkan produsen bahan kimia tersebut sedang mempertimbangkan untuk keluar dari kemitraan senilai USD20 miliar dengan Saudi Aramco.
Dalam indeks S&P 500, jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat, dengan rasio 4,1 banding 1.
S&P 500 mencatat tujuh saham yang mencapai level tertinggi baru dan 25 saham mencetak level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq mencatat 41 saham pada level tertinggi baru dan 170 saham pada level terendah baru.
Aktivitas perdagangan di bursa Wall Street relatif sepi. Sebanyak 14,7 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan rata-rata 14,9 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-International Business Machines (3,38%)
-Chevron Corp (1,91%)
-JPMorgan Chase & Co (0,34%)
Saham berkinerja terburuk
-Boeing Co (-2,05%)
-Procter & Gamble Company (-2,02%)
-Salesforce Inc (-1,99%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Meta Platforms Inc (6,55%)
-Fair Isaac Corporation (5,35%)
-Hewlett Packard Enterprise Co (5,12%)
Saham berkinerja terburuk
-Charter Communications Inc (-8,13%)
-Comcast Corp (-6,65%)
-Cooper Companies Inc (-6,22%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Alpha Compute Corp (4.927,02%)
-Megan Holdings Ltd (174,70%)
-Sunation Energy Inc (90,51%)
Saham berkinerja terburuk
-Americas Car-Mart Inc (-40,76%)
-NuRAN Wireless Inc (-36,99%)
-ServiceTitan Inc (-29,98%)

Sumber : Admin