Wall Street Bangkit dari Aksi Jual, Investor Mulai Kembali Ambil Risiko
Thursday, September 03, 2026       04:32 WIB
  • Dow naik 0,56%, S&P 500 +0,46%, Nasdaq +0,45%.
  • Nvidia melonjak 3,2%, menopang saham teknologi.
  • Investor tetap mewaspadai inflasi dan konflik AS-Iran.

Ipotnews - Bursa ekuitas Amerika Serikat menguat, Rabu, membukukan pemulihan sebagian setelah mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Investor mulai memburu saham dan sektor yang dinilai mengalami tekanan berlebihan di tengah aksi penghindaran risiko dalam beberapa sesi terakhir.
Ketiga indeks utama Wall Street kompak menghijau. Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 mencatat kinerja terbaik dengan kenaikan 1,13% atau 33,03 poin menjadi 2.953,16, mengungguli indeks berkapitalisasi besar.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 295,07 poin atau 0,56% menjadi 53.061,95, S&P 500 bertambah 35,13 poin atau 0,46% jadi 7.666,60, sedangkan Nasdaq Composite Index melompat 118,05 poin atau 0,45% ke posisi 26.217,83, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Rabu (2/9) atau Kamis (3/9) pagi WIB.
Di tingkat sektor, saham maskapai penerbangan, perusahaan tambang emas dan perak, serta bank regional menjadi penggerak utama penguatan. Sebaliknya, sektor perangkat lunak dan jasa tertinggal karena dipandang berpotensi terdampak oleh disrupsi kecerdasan buatan (AI).
Indeks Philadelphia SE Semiconductor juga melesat setelah sebelumnya kehilangan hampir seperempat nilainya sejak akhir Juni. Indeks tersebut menjadi salah satu pendorong utama kenaikan pasar saham sepanjang tahun ini.
Perhatian investor tertuju pada Broadcom yang dijadwalkan merilis laporan kinerja kuartal keduanya setelah penutupan perdagangan. Saham Nvidia, perusahaan chip yang berada di garis depan perkembangan AI, melambung 3,2%. Micron melonjak 2,4%, sementara Qualcomm meningkat 2%.
"Perang berlangsung lebih lama dari yang diharapkan siapa pun, dan ketika perang berakhir, tekanan energi akan mereda sehingga inflasi tidak akan menjadi masalah sebesar sebelumnya," kata Lauren Cassidy, Chief Investment Officer Founders 100 ETF di Dallas.
Di sisi lain, dia menilai musim laporan keuangan terbaru memberikan dukungan bagi pasar karena fundamental perusahaan tetap kuat, didorong oleh percepatan adopsi AI.
"Adopsi AI masih berada pada tahap yang sangat awal dan kini mulai mengalami percepatan. Kita bisa melihat pertumbuhan eksponensial dari sini," ujarnya.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, material mencatat kenaikan persentase terbesar. Sementara properti menjadi satu-satunya sektor yang berakhir di zona merah.
Tekanan Pasar Obligasi Masih Membayangi
Penguatan Wall Street tertahan oleh aksi jual di pasar obligasi global yang kembali berlanjut. Kekhawatiran terhadap inflasi dan meningkatnya utang pemerintah menjadi pemicu utama aksi jual tersebut, diperburuk meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga energi.
Amerika Serikat dan Iran meningkatkan gempuran dalam pertukaran serangan udara terbesar sejak Juli. Eskalasi tersebut mengurangi harapan kedua negara kembali ke meja perundingan sekaligus meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan dapat memicu inflasi sistemik dan memaksa bank sentral menaikkan biaya pinjaman.
Dari pasar korporasi, saham Dell Technologies melejit 15,8% setelah perusahaan menaikkan proyeksi laba dan pendapatan tahunannya. Saham Brown-Forman, produsen Jack Daniel's, naik 3,9% setelah membukukan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi.
Sementara saham Uber Technologies menguat 1,6% setelah perusahaan layanan transportasi daring tersebut mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 10% karyawannya.
Dari sisi ekonomi, pemroses penggajian ADP melaporkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta Amerika sepanjang Agustus lebih rendah dari perkiraan. Pesanan baru barang modal inti juga direvisi turun, mengindikasikan potensi perlambatan rencana belanja perusahaan AS.
Investor selanjutnya akan mencermati sejumlah data ekonomi pada Kamis, termasuk perdagangan internasional, biaya tenaga kerja dan produktivitas kuartal II, serta indeks aktivitas sektor jasa.
Di New York Stock Exchange ( NYSE ), jumlah saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 1,78 banding 1. Terdapat 150 saham yang mencatat level tertinggi baru dan 290 saham mencapai level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 3.102 saham menguat dan 1.679 saham melemah, dengan rasio saham naik terhadap saham turun sebesar 1,85 banding 1. S&P 500 mencatat 12 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 pekan dan 10 saham menyentuh level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite membukukan 58 saham pada level tertinggi baru dan 135 saham pada level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 14,75 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 15,19 miliar saham per sesi selama 20 hari terakhir. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Nvidia Corporation (3,21%)
-American Express Company (1,79%)
-Caterpillar Inc (1,68%)
Saham berkinerja terburuk
-Honeywell International Inc (-1,86%)
-3M Company (-0,88%)
-Microsoft Corporation (-0,84%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Dell Technologies Inc (15,81%)
-FMC Corporation (12,21%)
-Charter Communications Inc (8,74%)
Saham berkinerja terburuk
-Palo Alto Networks Inc (-9,28%)
-Edison International (-6,14%)
-Palantir Technologies Inc (-5,81%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Viomi Technology ADR (83,64%)
-bioAffinity Technologies Inc (47,95%)
-GoPro Inc (37,40%)
Saham berkinerja terburuk
-Advasa Holdings Inc (-53,26%)
-Tscan Therapeutics Inc (-42,80%)
-CDT Equity Inc (-38,51%)

Sumber : Admin