Timur Tengah Memanas Lagi, Bursa Eropa Sentuh Level Terendah Sepekan
Tuesday, June 02, 2026       03:31 WIB
  • Bursa Eropa turun akibat eskalasi konflik AS-Iran dan lonjakan harga minyak.
  • Ketidakpastian geopolitik masih menekan sentimen pasar.
  • EasyJet naik 10%, sedangkan Wise turun 8%.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa merosot, Senin, setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mengikis harapan pasar terhadap penyelesaian konflik Iran dalam waktu dekat. Investor juga mencermati sejumlah perkembangan aksi korporasi, termasuk kabar terkait maskapai penerbangan murah asal Inggris, easyJet.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 mengakhiri sesi perdagangan yang bergejolak dengan penurunan 0,76% atau 4,76 poin menjadi 621,24, yang merupakan posisi terendah dalam lebih dari satu pekan terakhir, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Senin (1/6) atau Selasa (2/6) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga berguguran. Indeks DAX melorot 0,40% atau 101,66 poin jadi 25.003,04, FTSE 100 Inggris melemah 0,68% atau 70,33 poin ke posisi 10.338,95 dan CAC Prancis berkurang 0,45% atau 36,75 poin menjadi 8.146,59.
Tekanan di pasar muncul sejak awal perdagangan setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan sepanjang akhir pekan. Sentimen negatif semakin memburuk setelah kantor berita  Tasnim  melaporkan Teheran menghentikan pembicaraan dengan Washington menyusul serangan yang terjadi di Lebanon.
Dilaporkan juga, Iran bersama kelompok sekutunya yang tergabung dalam "Front Perlawanan" tengah mempertimbangkan berbagai langkah untuk memblokir Selat Hormuz serta mengganggu jalur pelayaran strategis lainnya, termasuk Selat Bab el-Mandeb. Kabar tersebut mendorong harga minyak mentah melonjak lebih dari 6,5%, meningkatkan kekhawatiran terhadap perekonomian Eropa yang masih sangat bergantung pada pasokan energi impor.
Chief Market Analyst IG Group, Chris Beauchamp, mengatakan pasar memahami bahwa persediaan minyak global terus menyusut dengan cepat. Menurut dia, optimisme sebelumnya terkait pemulihan pasokan energi bergantung pada asumsi bahwa jalur pelayaran strategis akan kembali terbuka pada Juni, namun hingga kini belum ada tanda-tanda ke arah tersebut.
"Setiap hari yang berlalu membuat pasar semakin dekat dengan titik kritis," ujarnya.
Sebagian besar sektor utama di bursa Eropa ditutup di zona merah. Namun sektor energi menjadi pengecualian dengan mencatat lompatan 1,7% seiring menguatnya harga minyak dunia.
Di tengah ketidakpastian geopolitik, sejumlah analis menilai kinerja laba perusahaan dan proyeksi bisnis masih bertahan lebih baik dari perkiraan sepanjang musim laporan keuangan. Goldman Sachs bahkan menaikkan target 12 bulan untuk indeks STOXX menjadi 660.
Analis Morningstar, Michael Field, mengatakan banyak perusahaan memberikan komentar positif pada kuartal pertama terkait pertumbuhan penjualan, margin keuntungan, serta perilaku konsumen. Meski demikian, hampir seluruh perusahaan tetap menyoroti tingginya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Menurut Field, ketika laporan keuangan kuartal kedua mulai dirilis, pasar berpotensi melihat stagnasi pertumbuhan, atau bahkan penurunan kinerja pada sejumlah sektor.
Dia menambahkan, sektor-sektor yang bergantung pada belanja konsumen menjadi yang paling rentan menghadapi tekanan. Sektor barang mewah, yang umumnya masuk kategori consumer discretionary, tercatat kehilangan lebih dari 18% nilainya sepanjang tahun ini.
Dari sisi aksi korporasi, saham easyJet meroket 10% setelah perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Castlelake, menyatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan mengajukan penawaran akuisisi terhadap maskapai tersebut. Namun easyJet menyebut waktu munculnya rencana itu sangat oportunistis mengingat dampak yang ditimbulkan oleh konflik Iran terhadap industri penerbangan.
Sementara itu, sektor perangkat lunak melanjutkan penguatannya setelah kenaikan saham teknologi sejenis di Amerika Serikat membantu meredakan kekhawatiran investor mengenai potensi disrupsi yang dipicu perkembangan kecerdasan buatan (AI).
SAP, perusahaan perangkat lunak terbesar di Eropa berdasarkan kapitalisasi pasar, melesat 8,1%. Sejumlah emiten teknologi lainnya seperti Sage, Dassault Systemes, Nemetschek, dan Temenos juga melonjak antara 7% hingga 8%, sehingga turut mengangkat kinerja sektor teknologi Eropa.
Di sisi lain, saham Wise anjlok 8% setelah muncul laporan bahwa Kantor Kejaksaan Brussel tengah menyelidiki perusahaan layanan transfer uang digital tersebut terkait dugaan transaksi mencurigakan senilai sekitar 500 juta euro. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin