- STOXX 600 naik 0,56% dipimpin saham teknologi dan tambang.
- Investor menanti laporan keuangan emiten teknologi AS.
- Pasar mencermati hasil rapat suku bunga ECB.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa menguat, Selasa, didorong kenaikan saham teknologi dan pertambangan yang berhasil mengimbangi kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Investor juga mencermati gelombang terbaru laporan keuangan emiten sebagai petunjuk arah pasar selanjutnya.
Minyak mentah Brent melambung lebih dari 2,5 persen setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di wilayah selatan dan barat Iran pada malam sebelumnya. Meski demikian, sentimen geopolitik tersebut tidak cukup menekan pasar saham Eropa.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,56 persen atau 3,59 poin menjadi 643,19, sekaligus mengakhiri tren pelemahan selama dua sesi berturut-turut, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Selasa (21/7) atau Rabu (22/7) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga kompak menghijau. Indeks DAX Jerman meningkat 0,60 persen atau 164,66 poin jadi 25.011,35, FTSE 100 Inggris menguat 0,58 persen atau 61,15 poin ke posisi 10.585,91 dan CAC Prancis bertambah 0,28 persen atau 23,03 poin menjadi 8.363,14.
Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan dengan lompatan 2,1 persen, tertinggi di antara seluruh sektor dalam indeks. Saham perusahaan semikonduktor dan ASML masing-masing melesat 5,4 persen dan 4,7 persen.
Perhatian investor kini tertuju pada laporan keuangan raksasa teknologi Amerika Serikat, termasuk Alphabet, yang dijadwalkan dirilis pekan ini. Hasil kinerja mereka dinilai akan menjadi indikator penting untuk mengukur keberlanjutan permintaan terkait kecerdasan buatan (AI) serta apakah valuasi tinggi sektor teknologi masih dapat dibenarkan.
Analis Pasar Senior City Index, Fiona Cincotta, mengatakan sentimen terhadap sektor teknologi, khususnya saham AI dan chip, masih berfluktuasi seiring meningkatnya kehati-hatian investor.
"Kami melihat perubahan sentimen yang naik turun, yang menunjukkan adanya kegelisahan investor terhadap sektor teknologi, terutama terkait AI dan perdagangan saham chip," ujar Cincotta.
Menurutnya, apabila musim laporan keuangan kembali menunjukkan hasil yang solid, hal itu dapat menjadi katalis bagi penguatan lanjutan saham-saham teknologi.
Selain sektor teknologi, investor juga menantikan laporan keuangan sejumlah bank kakap Eropa seperti Banco Santander dan BNP Paribas yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang.
Analis Lombard Odier Investment Managers menilai saham perbankan Eropa masih memiliki ruang kenaikan karena valuasinya belum mencerminkan peningkatan tingkat pengembalian ekuitas (return on equity).
"Peningkatan return on equity belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi bank-bank Eropa yang masih diperdagangkan dengan diskon hampir 30 persen dibandingkan bank-bank sejenis di Amerika Serikat," tulis para analis tersebut.
Sektor pertambangan turut menopang pasar dengan kenaikan 1,7 persen seiring menguatnya harga tembaga dan emas. Namun, saham perusahaan tambang asal Swedia, Boliden, anjlok 5,7 persen setelah membukukan laba operasional kuartalan yang disesuaikan lebih rendah dari perkiraan pasar.
Di sisi lain, media menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah melorot 1,4 persen.
Saham produsen bahan bangunan Wienerberger merosot 4,1 persen ke level terendah sejak 2022 setelah perusahaan mengeluarkan peringatan penurunan laba tahunan akibat melemahnya aktivitas pembangunan proyek baru.
Sementara itu, saham bank Swiss Julius Baer terkoreksi 4 persen meski melaporkan arus dana bersih baru pada semester pertama yang melampaui ekspektasi. Saham produsen lift Schindler juga kehilangan 5,4 persen setelah penjualan kuartalannya tidak memenuhi perkiraan pasar.
Sebaliknya, saham perusahaan farmasi Novartis menguat 2 persen setelah membukukan laba operasional inti kuartal kedua yang melampaui estimasi analis.
Kenaikan paling mencolok dicatat oleh Mitie yang meroket 39 persen setelah pesaingnya, OCS Group International, sepakat mengakuisisi perusahaan jasa outsourcing asal Inggris tersebut dengan nilai transaksi mencapai 3,1 miliar poundsterling atau sekitar USD4,17 miliar.
Selain laporan keuangan emiten, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan berlangsung Kamis. ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya.
Meski demikian, berdasarkan data yang dihimpun LSEG , pelaku pasar masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir 2026.
Dari Inggris, dinamika politik turut menjadi sorotan setelah Perdana Menteri baru Andy Burnham menunjuk mantan Menteri Pertahanan John Healey sebagai Menteri Keuangan. Penunjukan tersebut terjadi hanya beberapa pekan setelah Healey mengundurkan diri dari pemerintahan sebelumnya sambil melontarkan kritik keras terhadap kebijakan fiskal yang dinilai kurang memadai dalam mendukung anggaran pertahanan negara. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin