Tekanan Dana Murah Menguat, Penurunan CASA Bank Mandiri (BMRI) Jadi Sinyal Risiko Struktural
Monday, April 06, 2026       09:29 WIB

Rasio PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menurun, mencerminkan tekanan pendanaan jangka panjang.
Biaya dana berisiko naik kembali seiring yield obligasi pemerintah dan likuiditas yang mengetat.
Rekomendasi saham diturunkan menjadi hold dengan target harga Rp5.150.
Ipotnews -- Penurunan rasio dana murah atau current account savings account () di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk () dinilai menjadi indikasi meningkatnya tekanan struktural pada sisi pendanaan bank.
Analis UOB Kay Hian, Posmarito Pakpahan, dalam risetnya menyebut komposisi pendanaan Bank Mandiri menunjukkan pelemahan seiring turunnya rasio secara signifikan. Hal ini menandakan ketergantungan yang lebih besar terhadap dana mahal, seperti deposito berjangka.
Ia menambahkan bahwa perbaikan biaya dana (cost of funds) yang terlihat saat ini cenderung bersifat siklikal dan rentan berbalik arah. Risiko tersebut meningkat di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia serta kondisi likuiditas yang semakin ketat di pasar keuangan.
Di sisi lain, manajemen Bank Mandiri telah mengantisipasi tekanan tersebut. Dalam panduan kinerja 2026, perseroan menargetkan net interest margin (NIM) di kisaran 4,6%-4,8%, yang mencerminkan adanya tekanan terhadap yield aset produktif dan biaya pendanaan.
Sejalan dengan itu, UOB Kay Hian menurunkan rekomendasi saham menjadi hold dari sebelumnya buy, dengan target harga tetap di Rp5.150 per saham. Adapun saham terakhir ditutup di level Rp4.650.
Sebagai tambahan, rasio merupakan indikator penting dalam industri perbankan karena mencerminkan porsi dana murah yang dimiliki bank. Semakin tinggi , semakin rendah biaya dana yang harus ditanggung, sehingga menopang profitabilitas. Penurunan rasio ini dapat berdampak langsung pada margin bunga bersih, terutama dalam kondisi suku bunga tinggi dan persaingan likuiditas yang ketat.(Dow Jones Newswires/AI)

Sumber : Admin
An error occurred.