- Setelah ditutup melemah 0,89% kemarin, indeks pagi ini kembali menguat ke level 6.165 dengan seluruh sektor bergerak positif.
- Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo menimbulkan kekhawatiran, namun penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara sedikit meredakan pasar. Investor menanti kepastian sosok pengganti definitif.
- Harga minyak dunia naik 4,06% akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sementara emas dan batubara terkoreksi tipis.
Ipotnews - IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,89 persen ke level 6.130 dengan disertai net sell sebesar Rp787,7 miliar, pelemahan tiga hari perdagangan beruntun. Namun pagi ini, Rabu (29/7), indeks dibuka menguat di level 6.141.
Kemudian pada pukul 09.05 WIB, penguatan Indeks makin nyata dengan naik 0,56 persen atau 34 ke level 6.165 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.168 terendah di level 6.140 yang tetap berada di zona hijau.
Sebanyak 344 emiten bergerak menguat, 161 emiten melemah dan 460 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 109,8 ribu kali dengan nilai Rp659,5 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10,81 triliun.
Seluruh sektor bergerak menguat yaitu industri 0,85 persen menjadi 1.625, kesehatan 1,97 persen menjadi 1.420, teknologi 0,71 persen menjadi 6.852, properti 0,65 persen menjadi 781, infrastruktur 0,43 persen menjadi 1.780.
Kemudian, sektor konsumer non primer 0,41 persen menjadi 677, konsumer primer 0,18 persen menjadi 909, energi 1,01 persen menjadi 2.962, sektor keuangan 0,23 persen ke level 1.336, sektor bahan baku 1,18 persen ke level 1.624, sektor transportasi 0,20 persen menjadi 1.637.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), Imam Gunadi menjelaskan bahwa IHSG pada perdagangan beberapa waktu lalu, indeks cukup kesulitan menembus level resisten di 6.377 bahkan bergerak di bawah MA5. Posisi saat ini akan menguji level 6.100an.
"Dengan masih bergerak di bawah MA5 support di relatif 6.030-6.100 sehingga diproyeksikan IHSG cenderung bergerak bearish," kata Imam dalam sesi IPOT Live via IG.
Imam juga menyoroti pergerakan pasar komoditas dimana harga minyak mentah dunia menguat 4,06 persen ke level USD82,5 per barel. Sementara emas turun 0,41 persen menjadi USD4.010,18 per troy ounce dan batubara terkoreksi tipis 0,04 persen ke USD130,25 per metrik ton.
Menurutnya, kenaikan harga minyak dipicu oleh turunnya persediaan minyak di Amerika Serikat serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Oman sebelumnya berupaya menjembatani kesepakatan antara Iran dan AS, namun Iran menolak usulan pembagian kendali atas Selat Hormuz dan menegaskan tetap menjadi pengendali penuh jalur strategis tersebut.
Dari sisi domestik, mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo turut menjadi perhatian pasar. Tiga lembaga rating internasional, yakni Fitch, S&P Global, dan Moody's, menilai langkah tersebut berpotensi menekan rupiah. Meski begitu, penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara sedikit meredam kekhawatiran investor.
Imam menambahkan, pasar saat ini sedang menanti siapa yang akan ditetapkan sebagai Gubernur BI dimana ada harapan besar orang yang ditunjuk adalah yang memiliki kapasitas yang mumpuni sehingga mampu menjaga stabilitas dan memberikan kepastian bagi investor.
"Pasar akan melihat apakah calon gubernur BI yang diusulkan Presiden dan disetujui DPR nanti punya jejak dan pengalaman kuat dari sisi kebijakan moneter. Selain itu, independensi yang kuat juga menjadi ekspektasi utama investor," jelasnya.
Di tengah dinamika pasar saat ini, Imam merekomendasikan tiga saham berikut yang dapat dijadikan pilihan investor, yaitu:
dengan strategi Buy (Entry 2.440 Target 2.620 Stop loss 2.350)
dengan strategi Buy on Breakout (Entry 2.940 Target 3.260 Stop loss 2.780)
dengan strategi Buy on Pullback (Entry 1.380-1.420 Target 1.540 Stop loss 1.360).
(Marjudin/ AI)
Sumber : Admin