- STOXX 600 turun 0,69% ke 635,97 setelah ECB menaikkan suku bunga ke 2,5%.
- Imbal hasil obligasi Jerman 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 2011.
- Saham Eropa tertekan lonjakan minyak dan PPI AS yang di atas ekspektasi.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa merosot ke level terendah dalam dua bulan, Kamis, karena ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut menguat menyusul keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan biaya pinjaman dan memperingatkan risiko inflasi yang lebih tinggi akibat guncangan energi yang dipicu perang Iran-Amerika Serikat.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,69% atau 4,44 poin menjadi 635,97, level terendah sejak 8 Juli, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Kamis (10/9) atau Jumat (11/9) dini hari WIB.
Sebagian besar bursa utama regional juga bergerak di zona merah. Indeks DAX Jerman menyusut 0,84% atau 215,30 poin jadi 25.361,15, FTSE 100 Inggris melemah 0,57% atau 61,14 poin ke posisi 10.608,92 dan CAC 40 Prancis terkoreksi 0,49% atau 39,91 poin menjadi 8.116,76.
ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,5%, Kamis, yang kedua sepanjang tahun ini, ketika para pembuat kebijakan berupaya memastikan lonjakan harga energi akibat perang Iran tidak menyebar ke seluruh perekonomian zona euro.
Kawasan tersebut dinilai sangat rentan terhadap guncangan energi karena ketergantungannya terhadap impor bahan bakar.
ECB juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro pada 2026 menjadi 0,9%, dari 0,8% dalam proyeksi Juni. Di sisi lain, bank sentral kini memperkirakan inflasi rata-rata mencapai 3% tahun ini.
"Risiko inflasi mungkin meningkat dan kenaikan lebih lanjut pada Desember mungkin lebih mungkin terjadi, tetapi ECB tetap perlu berhati-hati," kata Ekonom Eropa Deutsche Bank, Mark Wall.
Menurut Wall, perekonomian zona euro telah menunjukkan ketahanan dalam enam bulan terakhir. Namun, kenaikan harga gas yang berlangsung cepat memperlihatkan guncangan negatif pada sisi pasokan semakin besar dan pada akhirnya akan menekan pertumbuhan ekonomi.
Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan dalam konferensi pers setelah pertemuan bahwa risiko terhadap prospek inflasi cenderung meningkat. Menurutnya, tekanan harga dapat bertahan di atas target dalam jangka waktu yang lebih lama.
Meski demikian, Lagarde menegaskan ECB belum berkomitmen terhadap langkah kebijakan tertentu pada pertemuan-pertemuan mendatang.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun, yang menjadi acuan kawasan Eropa, melesat ke level tertinggi sejak 2011. Pelaku pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga tambahan sekitar 60 basis poin hingga pertemuan ECB April 2027, meningkat dari sekitar 51 basis poin sebelum pengumuman ECB.
Tekanan terhadap pasar saham juga diperburuk oleh lonjakan harga minyak. Harga minyak melambung lebih dari 3%, Kamis, dengan Brent sempat menembus USD105 per barel.
Kenaikan tersebut terjadi setelah serangan terhadap kapal-kapal pelayaran meningkat tajam sejak perang Iran dimulai, sehingga memicu kekhawatiran investor mengenai potensi gangguan pasokan minyak.
Di bursa Eropa, pertambangan menjadi sektor dengan kinerja terburuk, melorot 3,7%. Saham perusahaan tambang tembaga KGHM , Antofagasta, Aurubis dan Anglo American masing-masing anjlok antara 5% hingga 8%.
Harga tembaga melemah setelah laporan Reuters menyebut Gedung Putih masih belum memutuskan rencana pengenaan tarif terhadap tembaga olahan.
Sentimen pasar global juga tertekan setelah data menunjukkan Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat, Kamis, lebih tinggi dari perkiraan. Data tersebut memicu aksi jual di Wall Street dan meningkatkan perhatian investor terhadap arah kebijakan Federal Reserve.
Pelaku pasar dan analis kini menunggu laporan inflasi konsumen AS yang akan dirilis Jumat. Data tersebut diperkirakan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah the Fed akan kembali menaikkan suku bunga pekan depan.
Di antara saham individual, Associated British Foods ambles 7,9%, mencatat penurunan harian terbesar sejak Januari. Pelemahan tersebut terjadi setelah grup mode berharga terjangkau miliknya, Primark, membukukan penjualan yang mengecewakan. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin