Pasar Telaah Prospek Ekonomi dan Tarif, Wall Street Berakhir di Zona Merah
Friday, March 21, 2025       04:54 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir sedikit lebih rendah, Kamis, setelah bergerak antara hijau dan merah ketika investor menelaah putaran data ekonomi terbaru Amerika Serikat dan pernyataan kebijakan Federal Reserve terhadap kekhawatiran tarif.
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 11,31 poin, atau 0,03%, menjadi 41.953,32, S&P 500 melemah 12,40 poin, atau 0,22%, menjadi 5.662,89 dan Nasdaq Composite Index berkurang 59,16 poin, atau 0,33%, menjadi 17.691,63, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Kamis (20/3) atau Jumat (21/3) pagi WIB.
Tekanan jual meningkat dalam beberapa minggu terakhir setelah serangkaian indikator ekonomi mengisyaratkan ekonomi dan sentimen konsumen mungkin mendingin karena pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan tarif perdagangan timbal balik (resiprokal).
Namun, ekuitas menguat dalam tiga dari empat sesi sebelumnya, dengan indeks acuan S&P melonjak lebih dari 1% pada penutupan Rabu, setelah the Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah, seperti diprediksi secara luas, dan mengindikasikan dua pemotongan suku bunga seperempat poin kemungkinan akan dilakukan akhir tahun ini, perkiraan median yang sama seperti tiga bulan lalu.
Bank sentral juga mengatakan melihat pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan inflasi yang setidaknya sementara lebih tinggi.
"Ini sangat volatile. Beritanya sangat volatile," kata Stephen Massocca, Vice President Wedbush Securities di San Francisco. "Pasar cukup terfokus pada hal itu, dan banyak hal akan bergantung pada bagaimana berita tertentu terjadi selama beberapa pekan ke depan."
"Kita mencapai titik terendah di sini, tetapi ketika saya mengamati arus berita jangka pendek, saya tidak memiliki banyak harapan bahwa kita akan tiba-tiba keluar dari ini," papar dia.
Data ekonomi yang dirilis Kamis menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan sedikit meningkat pekan lalu, meski prospeknya mungkin meredup karena pemotongan belanja pemerintah, tingkat suku bunga, dan ketidakpastian kebijakan.
The Conference Board melaporkan bahwa ukuran aktivitas ekonomi masa depan turun 0,3% pada Februari setelah menyusut 0,2% di Januari.
Pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga oleh the Fed sebesar 63 basis poin tahun ini, dengan peluang 71% untuk pemangkasan setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Juni, menurut data LSEG .
Saham teknologi termasuk yang paling lemah dari 11 sektor utama S&P 500 dan mencatat penurunan terbesar, sementara energi menguat karena harga minyak mentah melambung hampir 2% setelah Amerika Serikat mengeluarkan sanksi baru terkait Iran.
Prospek laba perusahaan meredup baru-baru ini karena prospek tarif yang tidak pasti, tetapi saham Darden Restaurants melonjak 5,77% setelah pemilik Olive Garden itu memberikan prospek positif mengenai dampak tarif pada bisnisnya.
Saham Accenture anjlok 7,26%, persentase penurunan harian terbesar dalam setahun, setelah perusahaan konsultan tersebut mengatakan upaya pemerintahan Trump untuk mengurangi pengeluaran federal menyebabkan penundaan dan pembatalan kontrak baru.
Jumlah saham yang menurun melebihi yang naik dengan rasio 1,38 banding 1 di NYSE dan rasio 1,72 banding 1 di Nasdaq.
S&P 500 membukukan 12 tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak ada terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencetak 31 tertinggi baru dan 102 terendah baru.
Volume di bursa Wall Street tercatat 13,06 miliar saham, dibandingkan rata-rata 16,28 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (ef)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-UnitedHealth (1,61%)
-Honeywell (1,07%)
-Goldman Sachs (0,96%)
Saham berkinerja terburuk
-IBM (-3,54%)
-Nike (-1,55%)
-Walt Disney (-1,43%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Darden Restaurants (5,77%)
-Jabil Circuit (3,12%)
-Charter Communications (2,71%)
Saham berkinerja terburuk
-Accenture (-7,26%)
-Gartner (-6,82%)
-Microchip (-6,54%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Plus Therapeutics (170,06%)
-Sag Holdings (70,37%)
-OptiNose (52,50%)
Saham berkinerja terburuk
-Elevation Oncology (-41,82%)
-Benson Hill (-40,50%)
-Adaptimmune Therapeutics (-37,64%)

Sumber : Admin