Pasar Saham Eropa Terjepit: Minyak Mahal, Inflasi Naik, Suku Bunga Mengintai
Saturday, September 12, 2026       07:03 WIB
  • Saham Eropa menguat 0,5%, tetapi tetap mencatat penurunan mingguan terdalam sejak awal Juli akibat kekhawatiran inflasi dan tingginya imbal hasil obligasi.
  • Harga minyak kembali menjadi ancaman inflasi, setelah konflik AS-Iran mendorong harga minyak menembus US$100 per barel sebelum akhirnya turun lebih dari 3%.
  • Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat, dengan pasar kini melihat peluang kenaikan 25 basis poin mencapai 87%, naik dari 72% sehari sebelumnya.

Ipotnews - Saham-saham Eropa menguat tipis pada perdagangan Jumat (11/9), seiring harga minyak yang mundur dari level tertinggi dalam lima bulan. Namun, dalam sepekan, pasar tetap mencatat penurunan tajam karena ekspektasi inflasi yang meningkat dan imbal hasil obligasi yang tinggi menekan sentimen investor.
Indeks saham Eropa naik 0,5% menjadi 639,1 poin. Meski demikian, indeks tersebut membukukan penurunan mingguan terdalam sejak awal Juli.
Indeks acuan ditutup pada level terendah dalam dua bulan pada Kamis (10/9), setelah Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga dan memperingatkan bahwa inflasi dapat bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama. Kondisi tersebut terjadi ketika harga energi melonjak akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Serangkaian serangan Amerika Serikat dan Iran yang meningkat sejak akhir Agustus terhadap aset militer, pelayaran, dan energi di kawasan Teluk telah mendorong harga minyak kembali menembus level US$100 per barel. Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran inflasi di zona euro yang sangat bergantung pada bahan bakar sekaligus memperumit upaya ECB dalam mengendalikan tekanan harga.
Namun, harga minyak turun lebih dari 3% setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Mei pada perdagangan hari tersebut.
"Meski suku bunga yang lebih tinggi dapat membebani valuasi, kami tidak meyakini jalur pengetatan yang saat ini diantisipasi cukup untuk menggagalkan membaiknya prospek laba perusahaan-perusahaan Eropa," kata Mark Haefele, Chief Investment Officer UBS Global Wealth Management.
"Kami tetap memilih saham-saham siklikal Eropa, termasuk sektor teknologi informasi, industri, dan perbankan, serta mempertahankan preferensi kami terhadap saham-saham zona euro secara lebih luas dan eksposur tematik terhadap perusahaan-perusahaan terkemuka Eropa dan saham-saham berkapitalisasi menengah Swiss."
Inflasi Amerika Serikat Meningkat
Di Amerika Serikat, data konsumen yang menjadi perhatian pasar menunjukkan inflasi meningkat pada Agustus. Sementara itu, ukuran inflasi inti yang menjadi perhatian utama mencatat kenaikan terbesar dalam empat bulan. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pekan depan.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 87%, meningkat dari sekitar 72% sehari sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun setelah sebelumnya mendekati 5%. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah zona euro relatif stabil.
Meski demikian, pasar obligasi global menuju salah satu kinerja mingguan terburuk sejak dimulainya perang Iran, karena kenaikan harga energi membuat investor bersiap menghadapi kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Pasar saham Prancis melonjak 0,8%, memulihkan sebagian pelemahan sebelumnya ketika investor mempertimbangkan memburuknya prospek pertumbuhan ekonomi dan kekhawatiran terhadap kondisi keuangan publik negara tersebut.
Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure mengatakan Prancis berisiko gagal mencapai target pengurangan defisit tahun ini setelah pemerintah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap prospek fiskal Prancis.
Di antara sektor-sektor Eropa, telekomunikasi dan perbankan memimpin penguatan, masing-masing naik 1,5%. Di pasar saham, perusahaan broker online asal Jerman FlatexDEGIRO turun 7,9% setelah mengumumkan Hans-Hermann Lotter mengundurkan diri sebagai ketua dewan pengawas dengan segera.
(reuters)

Sumber : admin