IHSG Turun Lebih dari 1 Persen Sepekan, Saham Bank Besar dan Konglo Jadi Pemberat
Saturday, September 12, 2026       09:59 WIB

IDXC hannel - Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sepanjang perdagangan pekan ini.

Tekanan terbesar datang dari saham perbankan dan konglomerasi, dengan PT Bank Central Asia Tbk (

) menjadi kontributor negatif terbesar terhadap indeks.

IHSG ditutup melemah 0,73 persen pada perdagangan Jumat (11/9/2026) ke level 6.541,38. Sepanjang pekan, IHSG terkoreksi 1,43 persen, setelah pada pekan sebelumnya masih menguat 1,82 persen.

Berdasarkan data perdagangan sepekan, PT Bank Central Asia Tbk (

) mencatat penurunan 5,60 persen ke Rp6.325 per unit dan menjadi saham dengan tekanan terbesar terhadap IHSG , dengan kontribusi negatif mencapai 33,09 poin.

Posisi berikutnya ditempati PT Bayan Resources Tbk (

) yang jatuh 10,51 persen ke Rp 12.350 per unit dan memberikan tekanan 23,63 poin terhadap IHSG . Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk () turun 3,54 persen ke Rp3.270 per unit dengan kontribusi negatif sebesar 17,51 poin.

Tekanan juga datang dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (

) yang melemah 6,78 persen dan menekan IHSG sebesar 6,86 poin. Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk () turun 4,82 persen dengan kontribusi negatif 6,26 poin.

Saham tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (

) terkoreksi 5,59 persen dan menyumbang tekanan 5,95 poin, sedangkan PT Barito Pacific Tbk () turun 5,03 persen dengan kontribusi negatif 5,22 poin.

Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (

) melemah 1,36 persen dan menekan IHSG 4,90 poin.

PT Barito Renewables Energy Tbk (

) turun 3,57 persen dengan kontribusi negatif 4,64 poin, sementara PT Teknologi Mobilitas Tbk () menjadi saham dengan penurunan persentase terdalam dalam daftar tersebut, yakni 8,09 persen, dengan tekanan 4,31 poin terhadap IHSG .

Secara keseluruhan, sepuluh saham tersebut memberikan tekanan sekitar 112 poin terhadap IHSG sepanjang pekan.

Tekanan di pasar juga terlihat cukup merata pada perdagangan Jumat. IHSG sempat menyentuh 6.462,96 sebelum ditutup di 6.541,38. Nilai transaksi mencapai Rp14,71 triliun.

Secara sektoral, pelemahan terbesar berasal dari IDX Energy yang turun 1,22 persen dan IDX Infrastructure yang terkoreksi 1,20 persen. Sebaliknya, sektor IDX Health menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan signifikan, yakni 3,91 persen.

Dari sisi aliran dana, investor asing membukukan net sell Rp2,31 triliun di pasar reguler sepanjang pekan.

Phintraco Sekuritas menilai salah satu faktor yang perlu dicermati investor adalah kenaikan harga minyak mentah yang menembus level USD100 per barel di pasar spot pada perdagangan Jumat (11/9).

Selain itu, perhatian pasar pada pekan depan akan tertuju pada keputusan moneter sejumlah bank sentral utama, yakni Federal Reserve (The Fed) pada 16 September, Bank of England (BOE) pada 17 September, dan Bank of Japan (BOJ) pada 18 September.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat IHSG masih ditutup di atas level moving average (MA20). Pada grafik mingguan, MACD juga masih bertahan di area positif, meski Stochastic RSI telah membentuk death cross di area overbought .

Dengan kondisi tersebut, kata Phintraco, IHSG diperkirakan bergerak dalam kisaran 6.450-6.700 pada perdagangan pekan depan. (Aldo Fernando)

Disclaimer : Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor. (TIM RISET IDX CHANNEL)

Sumber: IDX Channel

Sumber : IDX Channel

An error occurred.