AI News - Pada Sabtu 12 September 2026, harga emas perhiasan di Lakuemas turun tipis menjadi Rp2,224 juta per gram, sementara harga jual Antam beralih ke Rp2,600 ribu per gram setelah penurunan Rp25 ribu. Penurunan ini dipicu oleh koreksi harga emas dunia yang tertekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Poin Penting
- Harga emas perhiasan Lakuemas: Rp2,224 juta/gram (12 Sep 2026).
- Harga Antam turun menjadi Rp2,600 ribu/gram, turun Rp25 ribu (11 Sep 2026).
- Spot emas dunia turun 0,9 % menjadi US$4.359,19 per ounce (10 Sep 2026).
- Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed naik menjadi 68 % (per CNBC 10 Sep 2026).
Mengapa Harga Emas Domestik Turun pada 12 September 2026?
Industry.co.id melaporkan bahwa harga emas domestik melemah karena penurunan harga emas dunia yang dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve. Menurut data Logam Mulia, spot emas dunia pada 10 September turun 0,9 % menjadi US$4.359,19 per ounce, dan kontrak berjangka Desember turun 1,3 % menjadi US$4.402,5. Penurunan tersebut diperparah oleh kenaikan harga minyak mentah sekitar 4 %, yang menambah tekanan inflasi dan memperkuat harapan pasar bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada pekan berikutnya, dengan probabilitas mencapai 68 % menurut CNBC . Dampaknya, harga emas perhiasan Lakuemas turun menjadi Rp2,224 juta per gram, dan harga jual Antam di pasar domestik turun menjadi Rp2,600 ribu per gram. Bagi investor, dinamika ini menandakan pasar emas tengah berada dalam fase koreksi sementara, yang dapat membuka peluang beli bagi yang menilik harga lebih murah.
Bagaimana Perbandingan Harga Jual dan Buyback Antam, UBS, dan Galeri 24 pada Hari Itu?
Bisnis Indonesia menyebutkan bahwa pada 12 September, harga jual Antam di Logam Mulia berada di Rp2,600 ribu per gram, sementara di Pegadaian tercatat Rp2,639 ribu per gram, menunjukkan selisih harga jual sekitar Rp39 ribu. UBS dijual di Pegadaian dengan harga Rp2,574 ribu per gram, dan Galeri 24 tercatat Rp2,550 ribu per gram, menandakan variasi harga antar merek sekitar Rp24 ribu. Data Logam Mulia yang dikutip Kompas menambahkan bahwa harga buyback emas 24 karat di Rajaemas berada di Rp2,23 juta per gram, sementara untuk emas 5 karat buyback adalah Rp458 ribu per gram, memberikan spread jual-beli yang relatif tipis. Perbandingan ini mencerminkan bahwa perbedaan harga antara penjual resmi dan pembeli kembali masih berada dalam rentang ratusan ribu rupiah, yang dapat memengaruhi keputusan arbitrase bagi pedagang kecil. Dengan demikian, investor dapat menilai profitabilitas berdasarkan selisih spread antar merek serta antara harga jual dan buyback.
Apa Implikasi Penurunan Harga Emas bagi Investor di Indonesia?
Kompas, yang mengutip data Logam Mulia, melaporkan bahwa penurunan harga emas memberi sinyal potensi pembelian kembali bagi investor yang menunggu harga lebih rendah, namun juga menimbulkan risiko jika penurunan berlanjut seiring kebijakan moneter global. Karena spread antara harga jual dan buyback masih bersifat sempit, margin keuntungan bagi dealer dapat tertekan, sementara investor ritel mungkin memperoleh nilai lebih dari pembelian logam fisik. Selain itu, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang kini 68 % menambah ketidakpastian, karena kebijakan moneter yang ketat biasanya menurunkan permintaan emas sebagai safe-haven. Bagi investor jangka panjang, penurunan ini dapat dipandang sebagai titik masuk strategis, sementara mereka yang mengandalkan volatilitas jangka pendek harus mempertimbangkan kemungkinan penurunan lebih lanjut. Secara keseluruhan, dinamika harga pada 12 September menuntut evaluasi risiko-return yang cermat sebelum mengambil posisi di pasar emas Indonesia.
Sumber : AI News