Emas Dunia Turun ke Level Terendah Sepekan 4.028 USD per Ons
Wednesday, July 29, 2026       15:11 WIB

AI News - Emas spot jatuh sekitar 1% menjadi $4.028,67 per ons pada penutupan Selasa 28 Juli 2026, menandai level terendah dalam seminggu menjelang rapat kebijakan Federal Reserve. Penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi menekan permintaan logam mulia, sementara pelaku pasar menanti keputusan Fed serta data inflasi PCE.

Poin Penting

  • Harga emas spot turun 1,17% menjadi USD 4.028,67 per ons pada penutupan Selasa 28 Juli 2026.
  • Kontrak futures emas Agustus turun 0,9% ke USD 4.038,70 per ons.
  • FedWatch memperkirakan 71% peluang Fed mempertahankan suku bunga pada 29 Juli 2026, dan 75% peluang kenaikan pada September.
  • Commerzbank menurunkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi USD 4.500 per ons, memotong $300 dari perkiraan sebelumnya.
  • Harga perak, platinum, dan palladium masing-masing turun 2,2%, 1%, dan 2,3% menjadi USD 57,11, USD 1.605,80, dan USD 1.261,92 per ons.

Mengapa Harga Emas Turun Tajam Menjelang Keputusan The Fed?


Menurut Kompas, penurunan tajam dipicu penguatan dolar AS yang berada di level tertinggi satu bulan, menjadikan emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Selain itu, kekhawatiran inflasi akibat harga energi yang tetap tinggi, terutama setelah konflik di Timur Tengah, menambah tekanan pada logam mulia. Dolar kuat tercermin dari data pasar yang menunjukkan nilai tukar AS menguat signifikan terhadap euro dan yen. Kombinasi faktor tersebut menurunkan permintaan spekulatif dan mengalihkan aliran dana ke aset berbunga. Akibatnya, harga emas mengalami penurunan paling dalam dalam seminggu terakhir.

Apa Dampak Ekspektasi Kebijakan Suku Bunga The Fed terhadap Pasar Emas?


IDX Channel melaporkan bahwa ekspektasi The Fed akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga menurunkan daya tarik emas karena logam tidak memberikan imbal hasil. Investor kini menunggu data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk Juni, yang dijadwalkan rilis pada Kamis 30 Juli 2026, sebagai petunjuk tambahan kebijakan moneter. Jika data PCE menunjukkan tekanan inflasi yang berkelanjutan, kemungkinan Fed tetap hawkish akan memperkuat dolar lebih lanjut. Kondisi ini mendorong aliran keluar dari ETF emas dan menurunkan minat beli fisik. Secara keseluruhan, ekspektasi kebijakan moneter yang ketat menekan harga emas di pasar spot dan futures.

Bagaimana Faktor Geopolitik dan Harga Energi Mempengaruhi Sentimen Pasar Logam Mulia?


Selain faktor moneter, Kompas mencatat bahwa Presiden AS Donald Trump menyatakan adanya pembicaraan yang baik dengan Iran namun menegaskan kemungkinan serangan militer kembali bila negosiasi gagal, menambah ketidakpastian geopolitik. Konflik di Timur Tengah terus menahan harga energi pada level tinggi, yang menjadi perhatian utama The Fed karena dapat memicu inflasi lebih lanjut. Harga energi yang tinggi memperkuat pandangan bahwa kebijakan suku bunga tinggi mungkin bertahan lama, sehingga menekan logam mulia. Dampak gabungan dari ketegangan geopolitik dan energi ini tercermin dalam penurunan harga perak, platinum, dan palladium secara bersamaan. Sentimen negatif ini memperkuat tren penurunan emas dan logam mulia lainnya dalam minggu ini.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News