Bursa Wall Street Terseret Ketegangan Timur Tengah, Nasdaq Terpuruk 0,73%
Tuesday, March 31, 2026       04:47 WIB
  • Wall Street melemah karena ketegangan Timur Tengah menutupi optimisme damai AS-Iran.
  • Teknologi dan energi turun, keuangan menguat.
  • Investor khawatir inflasi dan suku bunga.

Ipotnews - Indeks saham utama Wall Street sebagian besar ditutup melemah, Senin, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang menutupi optimisme atas komentar Presiden AS Donald Trump mengenai pembicaraan damai dengan Iran.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 49,50 poin atau 0,11% menjadi 45.216,14, sementara S&P 500 turun 25,13 poin atau 0,39% jadi 6.343,72. Nasdaq Composite Index tercatat anjlok 153,72 poin atau 0,73% ke posisi 20.794,64, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Senin (30/3) atau Selasa (31/3) pagi WIB.
Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang melakukan pembicaraan serius dengan "rezim yang lebih masuk akal" untuk mengakhiri perang, namun dia kembali mengancam akan membuka Selat Hormuz atau melakukan serangan terhadap sumur minyak dan pembangkit listrik Iran. Menanggapi hal ini, Iran menilai proposal perdamaian Amerika tidak realistis.
Konflik di wilayah tersebut juga semakin memanas. Selama akhir pekan, milisi Houthi, Yaman, yang didukung Iran masuk ke dalam konflik, memperluas eskalasi perang di kawasan tersebut.
Investor semakin waswas akibat ketidakpastian ini, yang memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
"Pemerintahan ini terus mengirimkan pesan yang bercampur aduk," ujar Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments, kantor investasi keluarga di New Vernon, New Jersey.
"Ketika pesannya terdengar positif, sejauh dipercaya, pasar cenderung menguat. Namun jika ada pernyataan yang mengindikasikan pendekatan lebih agresif, pasar langsung terkoreksi."
Meckler menambahkan, investor kemungkinan sedang mencari titik "bottom" teknikal setelah aksi jual besar-besaran baru-baru ini.
Ketiga indeks utama sempat dibuka lebih tinggi pada awal perdagangan, setelah mencatat penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Sejak perang dimulai, Dow, Nasdaq, dan Russell 2000 yang mewakili saham kecil semuanya telah masuk wilayah koreksi, dengan penurunan sekitar 10% dari level tertinggi mereka sebelumnya.
Sektor teknologi menjadi penyumbang penurunan terbesar S&P 500, dengan indeks semikonduktor melorot 4,2%.
Komentar dari Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, memberikan sedikit dukungan bagi pasar. Powell mengatakan ekspektasi inflasi jangka panjang tetap stabil meski terjadi kejutan energi saat ini, dan the Fed belum perlu memutuskan langkah tanggap terhadap masalah terbaru.
Pelaku pasar uang sekarang tidak lagi memperkirakan adanya pelonggaran kebijakan dari Federal Reserve tahun ini, berbeda dengan proyeksi dua kali pemotongan suku bunga sebelum perang berlangsung, menurut FedWatch Tool CME Group.
Sementara itu, indeks energi S&P 500 turun 0,9%, meski harga minyak menguat pada hari itu. Minyak Brent berpotensi mencatat kenaikan bulanan tertinggi sepanjang masa, sementara minyak mentah WTI ditutup di atas USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak 2022.
Di sisi lain, indeks keuangan melonjak 1,1% setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengeluarkan pedoman baru yang bertujuan memperjelas bagaimana pengelola dana dapat menambahkan aset alternatif ke dalam rencana pensiun 401(k). Saham perusahaan pengelola aset pun ikut terdongkrak, dengan Blackstone melambung 3,3% dan KKR melonjak 2,1%.
Jumlah saham yang turun lebih banyak dibanding yang naik di NYSE , dengan rasio 1,14 banding 1. Ada 147 saham mencatatkan harga tertinggi baru, dan 340 saham mencatatkan harga terendah baru.
Di Nasdaq, 2.021 saham menguat dan 2.794 saham melemah, dengan rasio penurunan terhadap kenaikan 1,38 banding 1.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 18,85 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 miliar saham selama 20 hari terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Salesforce Inc (3,19%)
-Travelers Companies (2,31%)
-Walt Disney Company (2,06%)
Saham berkinerja terburuk
-Caterpillar Inc (-4,02%)
-Cisco Systems Inc (-3,62%)
-Nvidia Corporation (-1,47%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-FMC Corporation (6,66%)
-ServiceNow Inc (5,59%)
-Palo Alto Networks Inc (4,97%)
Saham berkinerja terburuk
-Sysco Corporation (-15,29%)
-Micron Technology Inc (-9,81%)
-Boston Scientific Corp (-9,04%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-E-Home Household Service Holdings Ltd (2.245,92%)
- PMGC Holdings Inc (113,17%)
-BullFrog AI Holdings Inc Unit (106,57%)
Saham berkinerja terburuk
-Skycorp Solar Group Ltd (-68,92%)
-Scienture Holdings Inc (-42,23%)
-Fibrobiologics Inc (-42,01%)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:35 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of HRME
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:30 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CASA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:24 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PYFA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:20 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PTPP
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:11 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of WIKA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:07 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of MTEL
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:02 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of BMHS
Saturday, Apr 04, 2026 - 14:57 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of KJEN