Bursa Wall Street Semringah, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda
Friday, September 04, 2026       04:21 WIB
  • Dow Jones naik 1,18%, S&P 500 1,06%, dan Nasdaq 1,40%.
  • Peluang kenaikan suku bunga Fed September turun menjadi 50,4% dari 63,2%.
  • Saham Nvidia naik 1,8%, sementara Broadcom turun 2,7%.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street melesat, Kamis, setelah investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Sentimen pasar membaik setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menegaskan akan mendukung keputusan mempertahankan suku bunga jika data menunjukkan tekanan inflasi terus mereda.
Ketiga indeks utama Wall Street ditutup menguat lebih dari 1%. Indeks Nasdaq mendapat dorongan dari kelompok saham teknologi raksasa terkait kecerdasan buatan (AI) yang dikenal sebagai "Magnificent Seven". Ketiga indeks juga berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan.
Dow Jones Industrial Average ditutup melonjak 624,16 poin atau 1,18% menjadi 53.686,11, indeks berbasis luas S&P 500 melompat 81,11 poin atau 1,06% ke posisi 7.747,71, sedangkan Nasdaq Composite Index melambung 366,23 poin atau 1,40% jadi 26.584,06, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Kamis (3/9) atau Jumat (4/9) pagi WIB.
Waller mengatakan kepada  Reuters  bahwa dirinya cenderung mempertahankan suku bunga acuan apabila data ekonomi mendatang mengonfirmasi tekanan harga mulai mereda. Namun, dia juga menyatakan akan mendukung kenaikan suku bunga jika inflasi tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Pernyataan tersebut langsung mengubah ekspektasi pasar. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi 50,4%, dari 63,2% pada Rabu.
Imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun juga turun untuk sesi kedua berturut-turut setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak November 2023. Ekspektasi kenaikan suku bunga sempat melonjak dalam beberapa sesi terakhir ketika imbal hasil jangka panjang melejit ke level tertinggi dalam beberapa tahun akibat aksi jual obligasi global yang dipicu kekhawatiran inflasi, membengkaknya utang pemerintah, dan ketidakpastian geopolitik.
"Pernyataan Gubernur Fed Waller memberikan dorongan luas bagi pasar secara keseluruhan," kata Senior Investment Director U.S. Bank Wealth Management, Bill Northey.
Menurut dia, di balik penguatan indeks secara luas, investor masih mencermati laporan kinerja perusahaan yang terlambat dirilis pada musim laporan keuangan kuartal kedua. Kondisi tersebut menciptakan perbedaan kinerja antarsektor, terutama saham semikonduktor dan perangkat lunak.
Data ekonomi Amerika yang dirilis Kamis secara umum menunjukkan perkembangan positif. Jumlah klaim pengangguran berada pada level rendah, sementara aktivitas sektor jasa mengalami percepatan. Namun, harga input sektor jasa mencapai level tertinggi sejak Oktober 2022 dan defisit perdagangan internasional Amerika melebar 24,4%.
Investor kini mengalihkan perhatian pada laporan ketenagakerjaan Agustus yang akan dirilis Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat. Ekonomi Amerika diperkirakan menambah 56.000 lapangan kerja sepanjang Agustus, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap 4,1%.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, consumer discretionary mencatat kenaikan persentase terbesar. Sementara itu, saham energi menjadi sektor dengan kinerja terlemah.
Saham Nvidia melonjak 1,8% setelah perusahaan mengumumkan rencana mengakuisisi platform pengembang Hugging Face senilai USD12,9 miliar. Langkah tersebut memperkuat persaingan Nvidia dengan OpenAI dan Anthropic dalam ekosistem AI.
Namun, saham Broadcom anjlok 2,7% setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan kuartal IV yang lebih lemah dari perkiraan. Hal tersebut menunjukkan tingginya ekspektasi investor terhadap perusahaan yang menjadi pusat pembangunan infrastruktur AI.
Saham Snowflake meroket 16,6% setelah memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahunan yang kuat, sehingga turut mengangkat sentimen sektor perangkat lunak. ServiceNow, Salesforce, dan Adobe masing-masing menguat antara 2,1% hingga 6,5%.
Saham terkait aset kripto juga menanjak setelah harga bitcoin pulih dari koreksi selama dua sesi sebelumnya. Strategy melejit 17,6%, Coinbase Global menanjak 10,1%, sementara platform perdagangan ritel Robinhood Markets melesat 16,6%.
Di Bursa New York Stock Exchange ( NYSE ), jumlah saham yang naik mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,98 banding 1. Sebanyak 284 saham mencatatkan level tertinggi baru dan 186 saham mencapai level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 2.957 saham menguat dan 1.771 saham melemah, dengan rasio saham naik terhadap saham turun sebesar 1,67 banding 1.
S&P 500 mencatat 14 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan delapan saham mencatat level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite membukukan 71 saham pada level tertinggi baru dan 116 saham di level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 15,25 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 15,09 miliar saham per sesi selama 20 hari terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Goldman Sachs Group Inc (3,34%)
-Salesforce Inc (2,92%)
-Microsoft Corporation (2,68%)
Saham berkinerja terburuk
-Cisco Systems Inc (-0,77%)
-Walt Disney Company (-0,76%)
-McDonald's Corporation (-0,51%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Palantir Technologies Inc (7,71%)
-Principal Financial Group Inc (7,28%)
-ServiceNow Inc (6,49%)
Saham berkinerja terburuk
-Tyson Foods Inc (-7,25%)
-Campbell's Co (-6,96%)
-Charter Communications Inc (-4,77%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Tantech Holdings Ltd (66,94%)
-Sunpower Inc (58,21%)
-Mint Incorporation Ltd (49,27%)
Saham berkinerja terburuk
-Intercont (-89,66%)
-Advasa Holdings Inc (-80,02%)
-Ultragenyx (-44,08%)

Sumber : Admin