- STOXX 600 datar di 649,90 akibat lonjakan minyak dan kekhawatiran inflasi.
- DAX turun 0,15% setelah kemenangan AfD di Saxony-Anhalt.
- Data ekonomi zona euro menguat, tetapi investor mencermati kebijakan suku bunga ECB dan Fed.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa nyaris datar pada perdagangan Senin, setelah kenaikan harga minyak akibat kembali memanasnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran inflasi. Sentimen tersebut mengimbangi data ekonomi zona euro yang lebih kuat dari perkiraan.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik tipis 0,02 poin menjadi 649,90, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Senin (7/9) atau Selasa (8/9) dini hari WIB.
Indeks utama Swiss turun 0,8%, dengan saham raksasa farmasi Novartis merosot 3,2% setelah obat kolesterol yang dikembangkannya gagal menunjukkan hasil yang diharapkan dalam studi yang menjadi perhatian investor.
Di Jerman, indeks DAX melemah 0,15% atau 39,87 poin menjadi 26.006,53. Tekanan datang setelah partai sayap kanan Alternative fr Deutschland (AfD) meraih kemenangan dalam pemilihan negara bagian Saxony-Anhalt pada akhir pekan dengan memperoleh 44% suara. Hasil tersebut menjadi pukulan besar bagi Kanselir Friedrich Merz.
Meski menjadi pemenang, AfD belum dapat dipastikan membentuk pemerintahan di negara bagian tersebut karena gagal memperoleh mayoritas mutlak. Partai tersebut mengusung kebijakan pembatasan imigrasi yang lebih ketat, hubungan yang lebih dekat dengan Rusia, pengurangan dukungan terhadap Ukraina, serta penarikan Jerman dari euro.
"Keberhasilan bersejarah AfD di Saxony-Anhalt mendorong DAX lebih rendah, tetapi reaksi yang terbatas menunjukkan investor melihat hasil tersebut sebagai peringatan politik, bukan ancaman ekonomi langsung," kata Axel Rudolph, Kepala Analis Teknikal IG.
Data Zona Euro
Indeks CAC 40 Prancis naik 0,33% atau 27,38 poin jadi 8.306,15 setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat kekhawatiran fiskal menjelang pemilu tahun depan. Indeks tersebut bahkan sempat mencapai level terendah dalam dua bulan pada pekan lalu. Sementara, FTSE 100 Inggris ditutup melemah 0,08% atau 8,96 poin ke posisi 10.822,13.
Sektor energi menjadi salah satu penguat utama dengan kenaikan 1,2%, mengikuti lonjakan harga minyak. Harga minyak mentah Brent bertahan di dekat level tertinggi dalam enam pekan dan semakin mendekati USD100 per barel. Serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan sejumlah lokasi lainnya meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak akan berlangsung lebih lama.
Di tengah tekanan tersebut, data ekonomi memberikan dukungan terhadap prospek kawasan. Sentimen investor zona euro pada September melesat ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun. Produk domestik bruto (PDB) zona euro pada kuartal II-2026 juga tumbuh 0,6% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 1,2% secara tahunan, keduanya lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Aktivitas perdagangan relatif sepi karena pasar Amerika Serikat ditutup untuk hari libur nasional.
Lonjakan harga minyak turut memperkuat kekhawatiran inflasi dan menjadi salah satu faktor yang mendorong aksi jual di pasar obligasi global pekan lalu. Kondisi tersebut sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral perlu mempertahankan atau kembali memperketat kebijakan moneter.
Bank Sentral Eropa (ECB) secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, Kamis. Sementara itu, investor juga mencermati data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, setelah data ketenagakerjaan yang kuat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.
Deutsche Bank kini memperkirakan ECB akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember setelah kenaikan di September.
Meski pembuat kebijakan sebelumnya memberi sinyal bahwa mereka tidak terlalu berminat melanjutkan pengetatan moneter, pasar masih memperhitungkan satu kenaikan suku bunga lagi hingga akhir tahun dan satu kenaikan tambahan pada 2027.
Di antara saham individual, Lottomatica Italia melambung 7,7% setelah perusahaan taruhan tersebut memberikan rincian lebih lanjut mengenai rencana merger dengan Cirsa Spanyol. Merger tersebut dinilai akan memperkuat bisnis daring Lottomatica. Saham Cirsa turut melompat 6,1%. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin