Bursa Pagi: Jelang Libur Tahun Baru Imlek, Asia Dibuka Melemah, IHSG Berisiko Turun Terbatas
Friday, February 13, 2026       08:34 WIB

  • Bursa Asia dibuka melemah mengikuti tekanan di Wall Street akibat kekhawatiran disrupsi AI, menjelang libur Tahun Baru Imlek
  • ASX 200, Nikkei, dan Kosdaq turun, sementara Kospi sempat menguat sebelum berbalik melemah.
  • IHSG diperkirakan bergerak terbatas jelang libur Imlek, dengan support di 8.200 dan resistance 8.300.

Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (13/2), bursa saham Asia dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street.
Kekhawatiran terkait disrupsi kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat kembali menekan Wall Street. Peluncuran alat AI yang berpotensi mereplikasi model bisnis mereka atau setidaknya memangkas margin keuntungan menekan pasar.
Saham sejumlah perusahaan truk dan logistik turun karena kekhawatiran AI baru dapat memangkas inefisiensi pengiriman barang, sehingga menurunkan permintaan jasa industri tersebut. Saham properti dan keuangan juga terdampak, dengan broker properti komersial memperpanjang pelemahan untuk hari kedua.
Investor di Asia mencermati potensi efek rambatan, meski Taiwan - pasar paling menonjol di sektor AI - tutup karena libur Tahun Baru Imlek.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 Australia sebesar 1,02%. Indeks berlanjut merosot 1,29% (-116,50 poin) ke 8.927 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,35%, sedangkan Kosdaq terkoreksi 1,36%. Kospi berlanjut berbalik turun 0,41% menjadi 5.499,76.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang merosot 0,97% (-560,46 poin) ke 57.079,38, setelah dibuka turun 0,58%, Topix juga turun 0,58%.
Kontrak berjangka Hang Seng Hongkong berada di level 26.703, lebih rendah dibanding penutupan terakhir indeks di 27.032,54.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan kembali menghadapi tekanan namun terbatas, menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. IHSG ditutup turun 0,31% menjadi 8.265,35 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange merisit 1,05% ke USD17,89.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan bergerak terbatas cenderung   sideways,    di tengah aksi ambil untung,  menjelang  l   ong weekend   Tahun Baru Imlek.Secara teknikal, indeks masih bertahan di atas MA5 dan MA200 meski gagal bertahan di atas level 8.300, berpeluang menguat dengan support di 8.200 dan resistance di 8.300.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menurun tajam setelah sempat dibuka menguat. Investor meninggalkan sektor berisiko, termasuk teknologi dan transportasi, dan beralih ke sektor defensif seperti utilitas,  consumer staples , serta real estat. Data klaim awal tunjangan pengangguran pada pekan lalu turun lebih kecil dari perkiraan. Pelaku pasar menanti rilis data inflasi AS.
Tekanan jual dipicu kinerja Cisco yang mengecewakan serta kekhawatiran dampak investasi AI. Harga sahamnya rontok 12,3%, menyeret saham lain seperti Apple, Nvidia, Broadcom, dan Amazon. Indeks perangkat lunak S&P 500 drop 1,7%. Saham AppLovin rontok 19,7%. Dow Jones Transport Average terperosok 4%. Saham Landstar dan CH Robinson terjungkal 15,6% dan 14,5%. Expeditors International ambles 13,2%. Indeks SE Semikonduktor Philadelphia anjlok 2,5%. HP dan Dell Technologies jatuh 4,5% dan 9%.
  • Dow Jones Industrial Average anjlok 1,43% (-669,42 poin) ke 49.451,98.
  • S&P 500 terperosok 1,57% (-108,71 poin) ke 6.832,76.
  • Nasdaq Composite ambles 2,03% (-469,32 poin) ke posisi 22.597,15.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah, menghapus penguatan awal sesi yang sempat mendorong pasar ke rekor baru. Tekanan datang dari sektor keuangan dan industri, di tengah derasnya rilis laporan kinerja emiten yang menjadi perhatian investor. Muncul usulan agar Uni Eropa melakukan intervensi pasar karbon, yang dikhawatirkan dapat menekan margin keuntungan sektor tersebut.
Indeks STOXX 600 turun 0,49% menjadi 618,52. Sektor keuangan dan industri menjadi pemberat utama, dipimpin pelemahan saham perbankan (-1,8%). Saham HSBC dan Banco Santander anjlok lebih dari 2%. Sektor barang dan jasa industri merosot 1,2%. Saham Adyen, Belanda rontok 21,9%. Perusahaan pengiriman barang terbesar di dunia, DSV terjungkal 10,5%. Indeks utilitas Eropa turun 0,4%. Saham barang mewah melanju 1,3%. Schroders melambung 28,6%. Legrand melompat 3%. Sanofi ambles 4,2%.
  • DAX Jerman turun tipis 0,01% (-3,46 poin) di 24.852,69.
  • FTSE 100 Inggris melorot 0,67% (-69,67 poin) ke 10.402,44.
  • CAC Prancis naik 0,33% (27,32 poin) menjadi 8.340,56.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit menguat. Pasar mencermati data ekonomi terbaru. Data klaim awal tunjangan pengangguran AS pekan lalu turun lebih kecil dari perkiraan, menandakan pasar tenaga kerja masih stabil. Pasar memperkirakan peluang 94% the Fed menahan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi AS
Indeks dolar AS (DXY) naik tipis 0,14% ke 96,97. Euro stabil dan franc Swiss menguat. Yen melanjutkan penguatan dan berpeluang mencatat kinerja mingguan terbaik dalam setahun terakhir.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1869

0.00

0.03%

6:20 PM

Yen (USD-JPY)

152.84

0.10

0.07%

6:20 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3619

0.00

0.02%

6:20 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,828

42.00

0.25%

2:56 AM

Yuan (USD-CNY)

6.9012

0.01

0.15%

1:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 12/2/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup menurun tajam. Proyeksi peningkatan pasokan global, perlambatan pertumbuhan permintaan, serta meredanya kekhawatiran konflik di Timur Tengah, menekan harga minyak. Stok minyak mentah AS meningkat 8,5 juta barel pekan lalu menjadi 428,8 juta barel, jauh melebihi ekspektasi kenaikan 793.000 barel.
Risiko geopolitik di Timur Tengah mereda setelah negosiasi AS-Iran berlanjut.Laporan bulanan International Energy Agency memperkirakan pertumbuhan permintaan lebih lambat dan memproyeksikan surplus pasokan besar pada 2026. Ekspor produk minyak Rusia melalui jalur laut pada Januari, meningkat sekitar 0,7% mom menjadi 9,12 juta metrik ton.
  • Harga Brent berjangka anjlok USD1,88 (-2,7%) ke USD67,52 per barel.
  • Harga WTI berjangka ambes USD1,79 (-2,77%) ke USD62,84 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup menurun tajam ke level terendah hampir sepekan setelah rilis data tenaga kerja AS solid. Penembusan level psikologis USD5.000 memicu aksi stop-loss dan mempercepat tekanan jual. Klaim awal tunjangan pengangguran AS pekan lalu, turun menjadi 227.000. Data  nonfarm payrolls  AS dan turunnya pengangguran memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, menekan harga emas. Pasar menanti rilis inflasi AS yang dapat memengaruhi kebijakan the Fed.
Perlambatan inflasi utama AS berpotensi kembali memicu spekulasi pemangkasan suku bunga dan menjadi sentimen positif bagi emas. Harga logam mulia lainnya; perak spot terjungkal 8,9% ke USD76,54 per ounce, platinum ambles 4,7% ke USD2.032,15, dan paladium anjlok 3% ke USD1.648,12.
  • Harga emas di pasar spot drop 2,8% ke USD4.938,69 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS anjlok 2,9% ke USD4.948,4 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)