Bursa Pagi: Asia Dibuka di Zona Merah, IHSG Rawan Terkoreksi Lebih Dalam
Tuesday, June 02, 2026       08:27 WIB
  • Bursa saham Asia dibuka menurun akibat ketidakpastian negosiasi damai AS-Iran dan ancaman penutupan Selat Hormuz.
  • Indeks utama Asia seperti Nikkei, Kospi, dan ASX 200 tertekan meski Wall Street sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru.
  • IHSG berpotensi kembali terkoreksi karena pelemahan rupiah, dampak rebalancing MSCI , dan sentimen global yang masih negatif.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (2/6), dibuka melemah. Investor mencermati kembali meningkatnya ketidakpastian terkait negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. meskipun indeks utama Wall Street ditutup di rekor tertinggi baru berkat optimisme terhadap sektor teknologi.
Presiden AS Donald Trump, menepis kekhawatiran pasar bahwa pembicaraan damai dengan Iran akan gagal. Kepada CNBC , Trump mengatakan, "Saya tidak peduli jika perundingan itu berakhir, terus terang saja."
"Saya benar-benar tidak peduli. Sama sekali tidak peduli," kata Trump kepada CNBC dalam wawancara melalui telepon, Senin siang di AS,. Ia menambahkan bahwa proses negosiasi yang berlarut-larut tersebut "sudah mulai terasa sangat membosankan."
Trump menanggapi laporan yang menyebut para negosiator Iran sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri pembicaraan dengan Washington dan berencana "memblokir sepenuhnya" Selat Hormuz sebagai respons terhadap operasi militer Israel di Lebanon yang menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Ketika ditanya apakah pejabat Iran telah memberitahunya bahwa mereka tidak akan melanjutkan negosiasi, Trump menjawab, "Tidak, mereka tidak melakukannya."
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Autralia sebesar 0,67%. Indeks berlanjut merosot 1,01% ke level 8.641,60 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,32% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq anjlok 2,5%. Kospi berlanjut anjlok 1,96% ke level 8.616,05.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang tergelincir 1,17% ke posisi 66.154,38, setelah dibuka turun 0,52%, dan Topix melorot 0,98%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.207, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.398,18.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini akan dibuka kembali setelah libur panjang akhir pekan dengan proyeksi masih rawan terkoreksi. Sejumlah sentimen dalam dan luar negeri membebani laju IHSG .
IHSG mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan penurunan tipis 0,05% di 6.127. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melaju 0,94% ke USD12,85.
Beberapa analis memperkirakan secara teknikal pergerakan IHSG saat ini masih rentan mengalami tekanan, seiring berlanjutnya pelemahan rupiah dan dampak lanjutan  rebalancing  MSCI . Aset-aset berisiko termasuk pasar saham Indonesia bisa memperoleh sentimen positif bila ada indikasi bahwa tekanan inflasi global mulai mereda dan peluang penurunan suku bunga semakin terbuka pada paruh kedua tahun ini.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat didorong lonjakan saham teknologi. Investor terus memantau negosiasi AS-Iran. Sentimen pasar membaik setelah Trump menyatakan tidak akan ada pasukan Israel yang memasuki Beirut. Data manufaktur AS, Mei menunjukkan ekspansi untuk bulan kelima berturut-turut. Pasar kini menanti laporan ketenagakerjaan AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Dari 11 sektor utama S&P 500, hanya teknologi dan energi yang mencatat kenaikan. Sektor utilitas turun terdalam. Sektor teknologi melonjak 2,5%. Nvidia dan Microsoft melesat 6,3% dan 2,3%. Saham semikonduktor bergerak  mixed . Qualcomm dan Intel ambles 8,8% dan 4,7%. Micron Technology melesat 6,6%. Indeks Philadelphia Semiconductor melaju 1,1%. Indeks sektor jasa perangkat lunak melompat 4,3%.ServiceNow dan IBM melejit 9,2% dan 7,6%.
  • Dow Jones Industriall Average naik tipis 0,09% di 51.078,88.
  • S&P 500 menguat 0,26% menjadi 7.599,96.
  • Nasdaq Composite naik 0,42% menjadi 27.086,81.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah. Eskalasi konflik AS-Iran mengikis harapan penyelesaian konflik dalam waktu dekat. Iran dan sekutunya dikabarkan tengah mempertimbangkan berbagai langkah untuk memblokir Selat Hormuz serta mengganggu jalur pelayaran strategis lainnya, termasuk Selat Bab el-Mandeb. Harga minyak melonjak lebih dari 6,5%. Investor mulai mengkhawatirkan perlambatan laba perusahaan kuartal II.
Indeks STOXX 600 melorot 0,76% ke 621,24. Sektor energi menjadi satu-satunya sektor utama yang menguat (+1,7%). Sektor perangkat lunak melaju. SAP melesat 8,1%. Sejumlah emiten teknologi; Sage, Dassault Systemes, Nemetschek, dan Temenos juga melesat 7% hingga 8%. Wise ambles 8%. Saham easyJet melejit 10% di tengah spekulasi tawaran akuisisi oleh Castlelake. Wise ambles 8% tertekan laporan penyelidikan dugaan transaksi mencurigakan.
  • DAX turun 0,40% menjadi 25.003,04.
  • FTSE 100 Inggris melorot 0,68% ke 10.338,95.
  • CAC Prancis susut 0,45% menjadi 8.146,59.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Optimisme perdamaian AS-Iran memudar seiring eskalasi konflik baru. Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan mendukung dolar sebagai aset aman. Penguatan dolar sempat melemah setelah Trump mengatakan telah berkomunikasi melalui pihak perantara dengan kelompok Hizbullah.
Investor menanti laporan tenaga kerja AS yang penting mempengaruhi kebijakan suku bunga The Fed. Pasar memperkirakan The Fed berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini. Euro dan yen melemah, sementara poundsterling menguat tipis terhadap dolar. Pelemahan yen memicu spekulasi intervensi otoritas Jepang. Indeks Dolar (DXY) menguat 0,18% ke 99,195 setelah Iran menghentikan komunikasi negosiasi.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1635

0.00

0.03%

7:22 PM

Yen (USD-JPY)

159.65

0.01

0.01%

7:22 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3459

0.00

0.04%

7:22 PM

Rupiah (USD-IDR)

17,805

75.50

0.42%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.7666

0.00

0.01%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 1/6/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melonjak setelah Iran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan AS. Pasar khawatir Iran dan sekutunya akan memblokir Selat Hormuz dan mengganggu jalur pelayaran energi. Ketegangan di Timur Tengah meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah Iran dan AS saling menyerang.
Pada saat yang sama, Israel bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon dalam operasi militernya melawan kelompok Hizbullah. Risiko gangguan pasokan membuat prospek kenaikan harga minyak tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Data manufaktur China yang lemah memunculkan kekhawatiran terhadap permintaan energi global. Penurunan stok minyak AS dan ketatnya pasokan global turut menopang kenaikan harga minyak.
  • Harga Brent berjangka melompag 4,2% ke USD94,98 per barel.
  • Harga WTI berjangka meloncat 5,5% ke USD92,16 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir melemah, tertekan penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi. Eskalasi konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi global. Pasar memperkirakan peluang 54% The Fed menaikkan suku bunga setidaknya sekali tahun ini. Investor kini menanti data ketenagakerjaan AS dan pernyataan pejabat The Fed.
Iran menyatakan telah menyerang pangkalan militer AS sebagai balasan atas serangan terhadap militer Iran pada akhir pekan. Meski terkoreksi, pembelian emas oleh bank sentral diperkirakan tetap menopang prospek jangka panjang. Harga logam mulia lainnya; perak spot stabil di level USD75,26 per ounce, platinum meningkat 0,7% ke USD1.929,60, sedangkan paladium melaju 0,9% ke USD1.366,44.
  • Harga emas di pasar spot merosot 1% ke USD4.489,34 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS anjlok 1,9% ke USD4.506,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)