- Bursa Eropa cetak rekor tertinggi, ditopang lonjakan saham energi dan komoditas.
- Data tenaga kerja AS yang kuat mendukung sentimen, namun membuka peluang suku bunga tinggi lebih lama.
- Saham teknologi dan asuransi melemah akibat kekhawatiran dampak AI.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di level tertinggi sepanjang masa, Rabu, didorong lonjakan saham sektor energi dan komoditas yang mampu menutup pelemahan di sektor teknologi dan keuangan. Investor juga mencermati laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi ekonomi masih kuat.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik tipis 0,1% atau 0,61 poin menjadi 621,58, sekaligus mencetak rekor tertinggi baru setelah sempat menyentuh rekor intraday, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Rabu (11/2) atau Kamis (12/2) dini hari WIB.
Sementara, bursa regional utama berakhir variatif. Indeks DAX Jerman melemah 0,53% atau 131,70 poin jadi 24.856,15, dan CAC Prancis berkurang 0,18% atau 14,64 poin ke posisi 8.313,24, sedangkan FTSE 100 Inggris melambung 1,14% atau 118,27 poin ke 10.472,11.
Dalam beberapa sesi terakhir, indeks acuan tersebut bergerak di sekitar level tertingginya seiring pergeseran minat investor ke sektor-sektor yang dinilai lebih tahan terhadap potensi disrupsi kecerdasan buatan (AI).
Sektor energi menjadi pendorong utama kenaikan pasar dengan lompatan 3,8%, mencapai level tertinggi sejak 2008. Saham raksasa energi Prancis, TotalEnergies, melambung 2,7% ke level tertinggi sejak 2024 setelah perusahaan menegaskan komitmennya untuk memperluas cadangan minyak dan gas, meski berencana memangkas pembelian kembali saham (buyback) pada kuartal pertama. Kenaikan harga minyak mentah lebih dari 2% turut menopang penguatan sektor ini.
Saham perusahaan tambang logam juga melejit sekitar 3% mengikuti kenaikan harga logam global, memperkuat sentimen positif pada saham berbasis komoditas.
Pelaku pasar juga mencermati data ketenagakerjaan Amerika yang menunjukkan penciptaan lapangan kerja Januari jauh melampaui ekspektasi. Kondisi ini mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap solid dan membuka peluang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga lebih lama.
Chief Market Analyst Interactive Brokers, Steve Sosnick, menilai data tersebut memperkuat optimisme terhadap ekonomi global dan mendukung pasar saham secara umum.
Namun demikian, saham teknologi dan media justru tertinggal, masing-masing melorot 1,8% dan 2,6%.
Saham Dassault Systemes anjlok 20,8%, mencatat penurunan harian terbesar sepanjang sejarah perusahaan, setelah pertumbuhan pendapatan kuartal keempat dan proyeksi pendapatan 2026 dinilai mengecewakan investor.
Kekhawatiran terkait dampak AI terhadap sejumlah model bisnis juga masih membayangi pasar. Setelah sebelumnya menekan saham teknologi, kekhawatiran tersebut kini meluas ke sektor asuransi, manajer aset, hingga penyedia indeks di Eropa dan Amerika Serikat.
Saham sektor asuransi merosot 1% dan menjadi sektor dengan kinerja mingguan terburuk di STOXX 600 dengan penurunan 2,7%. Broker Barclays menurunkan rekomendasi sektor tersebut menjadi "underweight".
"Ada kekhawatiran yang valid tentang bagaimana AI dapat mengganggu beberapa bisnis ini, dan masalahnya adalah tidak ada yang ingin memegang saham di perusahaan yang mungkin termasuk di antara yang terganggu," kata Sosnick.
Investor lebih memilih produsen perangkat keras seperti Siemens Energy, yang melejit 8,4% ke rekor tertinggi setelah perusahaan melaporkan laba bersih yang hampir tiga kali lipat dalam tiga bulan pertama tahun fiskalnya.
Sementara itu, saham produsen bir Heineken melonjak 4,4% setelah perusahaan mengumumkan rencana pengurangan hingga 6.000 tenaga kerja secara global sebagai bagian dari upaya efisiensi.
Sebaliknya, saham Commerzbank menyusut 2% karena panduan kinerja tahunan yang dinilai belum mampu menarik minat investor. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin