Bursa Eropa Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Didukung Kinerja Emiten dan Aktivitas Akuisisi
Tuesday, February 10, 2026       03:21 WIB
  • Bursa Eropa menguat dan STOXX 600 mencetak rekor penutupan tertinggi, didorong pemulihan pasar global, kinerja emiten, dan aktivitas M&A.
  • Sektor teknologi dan perbankan memimpin kenaikan, dengan saham UniCredit dan STMicroelectronics melejit.
  • Kekhawatiran dampak AI mereda, namun investor tetap mencermati risiko sektor yang berpotensi terdampak.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa menguat hingga mencetak rekor penutupan tertinggi, Senin, mengikuti pemulihan pasar saham global setelah aksi jual pekan lalu. Sentimen pasar didorong laporan keuangan perusahaan serta aktivitas merger dan akuisisi, termasuk hasil kinerja positif dari bank terbesar kedua Italia, UniCredit.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup menguat 0,7% atau 4,29 poin menjadi 621,41, menandai level penutupan tertinggi sepanjang masa, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Senin (9/2) atau Selasa (10/2) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga menghijau. Indeks DAX Jerman melonjak 1,19% atau 293,41 poin jadi 25.014,87, FTSE 100 Inggris meningkat 0,16% atau 16,48 poin ke posisi 10.386,23 dan CAC Prancis bertambah 0,6% atau 49,44 poin menjadi 8.323,28.
Penguatan ini terjadi setelah pasar global pulih dari volatilitas pekan lalu yang dipicu kekhawatiran bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) dapat mengganggu model bisnis perusahaan perangkat lunak tradisional, meski raksasa teknologi seperti Alphabet dan Amazon.com tetap meningkatkan belanja untuk pengembangan teknologi tersebut.
Rebound pada Jumat lalu turut membantu STOXX 600 mencatatkan kenaikan mingguan, meski ketidakpastian terhadap sektor teknologi masih menjadi perhatian investor.
Direktur Riset XTB, Kathleen Brooks, mengatakan kekhawatiran terhadap dampak terburuk AI mulai mereda, namun perhatian investor kini bergeser pada potensi pihak-pihak yang bisa dirugikan oleh perkembangan teknologi tersebut, bukan hanya pada perusahaan yang diuntungkan.
Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,9%. Saham STMicroelectronics melonjak 9,8% setelah perusahaan Prancis tersebut mengumumkan perluasan kerja sama dengan Amazon Web Services dalam pengembangan infrastruktur komputasi.
Di sektor perbankan, saham UniCredit melesat 6,7% setelah bank tersebut menaikkan proyeksi laba dan menyatakan untuk sementara akan mempertahankan kepemilikan saham di sejumlah bank lain yang dibeli di bawah kepemimpinan CEO Andrea Orcel, sekaligus melonggarkan kriteria untuk akuisisi penuh.
Indeks perbankan EUROSTOXX melambung 2,2%, sementara indeks acuan Italia FTSE MIB menguat 2,06% atau 945,61 poin ke posisi 46.822,81, dan menjadi salah satu pasar dengan kinerja terbaik di kawasan Eropa.
Sentimen positif juga datang dari sektor kesehatan. Saham Novo Nordisk melejit 5,3% setelah perusahaan asal Amerika Serikat, Hims & Hers, menghentikan penawaran pil GLP-1 berbiaya rendah menyusul peringatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Langkah tersebut meredakan tekanan kompetisi pada produsen obat penurun berat badan Wegovy tersebut. Saham Zealand Pharma turut melompat 2,1%.
Aktivitas merger dan akuisisi juga menjadi sorotan pasar. Konsorsium yang dipimpin perusahaan investasi Advent bersama FedEx sepakat mengakuisisi perusahaan loker paket InPost dalam kesepakatan senilai USD9,2 miliar, mendorong saham perusahaan Polandia itu meroket 13,5%.
Sebaliknya, saham NatWest anjlok 5,6% setelah bank asal Inggris tersebut menyetujui akuisisi wealth manager Evelyn Partners senilai 2,7 miliar pound sterling atau sekitar USD3,68 miliar.
Faktor politik turut menjadi perhatian investor setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan tidak akan mundur meski menghadapi tekanan politik, menyusul pengunduran diri pejabat kedua dalam timnya terkait kontroversi penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin