- bersama BSN menyalurkan 67.518 unit rumah FLPP hingga Juni 2026 atau sekitar 74% dari total realisasi nasional sebanyak 91.531 unit, menjadikan BTN peringkat pertama dan BSN peringkat kedua penyalur FLPP .
- membiayai 44.388 MBR dan BSN sebanyak 23.130 MBR, mencerminkan dominasi pembiayaan rumah subsidi melalui skema konvensional maupun syariah.
- juga menjadi penyalur Pembiayaan Tapera terbanyak periode 2021-2025, sementara BSN meraih apresiasi atas pelaporan aku HUNI terbanyak dengan tingkat validasi e-Monev 92,58%.
Ipotnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk () bersama entitas anaknya, PT Bank Syariah Nasional (BSN), mengukuhkan dominasinya dalam penyaluran pembiayaan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP ).
Hingga akhir Juni 2026, kedua entitas tersebut telah menyalurkan pembiayaan kepada 67.518 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), atau setara hampir 74% dari total realisasi FLPP nasional yang mencapai 91.531 MBR.
Dari total penyaluran tersebut, BTN membiayai 44.388 MBR, sedangkan BSN menyalurkan pembiayaan kepada 23.130 MBR. Kinerja tersebut menempatkan BTN sebagai bank dengan penyaluran FLPP terbesar, sementara BSN berada di posisi kedua berdasarkan Evaluasi Kinerja Bank Penyalur Pembiayaan Tapera Periode I dan Pembiayaan FLPP Kuartal II/2026 yang dirilis BP Tapera.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, posisi BTN dan BSN di dua peringkat teratas mencerminkan besarnya kontribusi pembiayaan konvensional maupun syariah dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi.
"BTN dan BSN menyalurkan hampir 74% dari seluruh pembiayaan FLPP nasional hingga akhir Juni 2026. Capaian ini menunjukkan kuatnya kapasitas, jaringan, dan pengalaman kami dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah pertama, baik melalui skema konvensional maupun syariah," kata Nixon dalam publikasidi website perseroan,Selasa kemarin (28/7).
Berdasarkan data BP Tapera, sebanyak 91.531 MBR telah menerima manfaat FLPP hingga 30 Juni 2026. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 107.410 MBR per 21 Juli 2026.
Menurut Nixon, peningkatan jumlah penerima manfaat menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau masih sangat tinggi.
"Besarnya volume pembiayaan harus selalu diikuti kualitas rumah dan ketepatan penerima manfaat. Rumah subsidi harus benar-benar menjadi rumah pertama yang layak, siap dihuni, dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menempatinya," ujar Nixon.
Selain memimpin penyaluran FLPP pada Kuartal II/2026, BTN juga meraih peringkat pertama kategori Penyaluran Pembiayaan Tapera Terbanyak untuk periode 2021-2025 dengan capaian 12.637 peserta.
Pada kategori yang sama, BSN menempati peringkat kedua dengan 2.811 peserta, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk () berada di posisi ketiga dengan 2.347 peserta.
"Peringkat pertama untuk penyaluran Pembiayaan Tapera periode 2021-2025 menjadi bukti bahwa peran BTN dibangun melalui konsistensi. Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus memperkuat layanan dan menjaga kualitas pembiayaan perumahan," ucap Nixon.
Dalam evaluasi BP Tapera tersebut, BSN juga memperoleh apresiasi sebagai Bank Penyalur dengan Jumlah Pelaporan aku HUNI Terbanyak dan Tingkat Validasi e-Monev di atas 90%. BSN mencatat pelaporan aku HUNI sebanyak 3.381 MBR dengan tingkat validasi e-Monev sebesar 92,58%.
Menurut Nixon, aspek pelaporan dan pemantauan merupakan bagian penting untuk memastikan rumah subsidi benar-benar diterima dan dihuni oleh masyarakat yang berhak.
BP Tapera juga mencatat telah memantau 48.958 rumah FLPP hingga akhir Juni 2026 dengan tingkat keterhunian mencapai 93,35%. Hingga akhir 2026, BP Tapera menargetkan pemantauan terhadap 75.000 rumah FLPP yang tersebar di sedikitnya 77 kabupaten dan kota. (Adhitya/AI)
Sumber : admin