BBCA dan BBRI Tertekan, IDXFINANCE Melemah 0,32% di Saat IHSG Sesi I Turun 0,14%
Thursday, September 10, 2026       13:25 WIB
  • IDXFINANCE melemah 0,32 persen pada Sesi I, dengan turun 1,15 persen dan terkoreksi 1,46 persen.
  • Pelemahan sektor keuangan masih di bawah IDXTRANS (-0,56 persen) dan IDXHEALTH (-0,48 persen).
  • IDXINDUST menjadi sektor dengan kinerja terbaik, menguat 0,77 persen, didorong kenaikan dan .

Ipotnews - Saham dan mengalami tekanan pada penutupan perdagangan BEI Sesi I, Kamis (10/9), sehingga indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) tercatat melemah 0,32 persen ketika Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menurun 0,14 persen ke level 6.668.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , sebagai emiten dengan market cap terbesar di IDXFINANCE maupun BEI senilai Rp787 triliun, harga sahamnya terpantau merosot 1,15 persen ke level 6.450. Sementara itu, yang merupakan emiten dengan market cap terbesar kedua di sektor keuangan senilai Rp505 triliun, sahamnya melorot 1,46 persen ke level 3.370.
Selain dan , sejumlah saham perbankan yang menjadi konstituen IDXFINANCE juga bergerak melemah. sebagai emiten dengan market cap terbesar ketiga di sektor ini senilai Rp403 triliun, harga sahamnya melemah 0,46 persen ke level 4.370. dengan market cap Rp140 triliun, harga sahamnya melemah 0,26 persen ke level 3.810.
Lalu, dengan market cap Rp80,8 triliun mengalami penurunan harga saham sebesar 0,28 persen ke level 1.770. Sementara itu, dengan market cap Rp16,8 triliun, harga sahamnya tercatat stagnan di posisi 1.220. Adapun saham di IDXFINANCE yang mencatatkan koreksi paling dalam adalah (-9,9%) dan (5,9%).
Pelemahan IDXFINANCE masih berada di bawah indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang terpantau anjlok 0,56 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor transportasi senilai Rp27,2 triliun, harga sahamnya tercatat melemah 1,47 persen ke level 67.
Setelah , saham yang memiliki market cap sebesar Rp6,95 triliun mengalami koreksi harga saham hingga 3,9 persen ke level 730. Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan paling besar di IDXTRANS, yakni (-3,9%) dan tercatat juga sebagai saham dengan koreksi terdalam kedua di sektor ini.
Selanjutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) merosot 0,48 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham (-5,3%) dan (-4,1%). indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 0,28 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada yang mengalami ARB (-9,6%) dan (-4,9%).
Sementara itu, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terpantau menguat 0,14 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham (+9,7%) dan yang mencatatkan ARA (+9,5%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melejit 0,22 persen, dengan peningkatan tertinggi terjadi pada saham (+12,9%) dan (+5,5%).
Kemudian disusul indeks sektor dasar (IDXBASIC) yang meningkat 0,29 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham yang mengalami ARA (+9,9%) dan (+4,5%). Berikutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menguat 0,34 persen, dengan kenaikan paling tajam terjadi pada yang mencatatkan ARA (+9,4%) dan (+8,3%).
Kemudian, indeks sektor energi (IDXENERGY) mencatatkan penguatan 0,62 persen, dengan kenaikan harga saham yang paling tinggi terjadi pada (+10,7%) dan (+8%). Indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) meningkat 0,67 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham yang mengalami ARA (+34,7%) dan (+28,8%).
Adapun indeks sektor industri (IDXINDUST) menjadi sektor dengan kinerja terbaik pada Sesi I, setelah menguat 0,77 persen. Pada sektor ini, sebagai emiten dengan market cap terbesar senilai Rp197 triliun, harga sahamnya menguat 0,82 persen ke level 4.890.
Lalu anak usaha , yakni sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp100 triliun, harga sahamnya melonjak 3,65 persen ke level 26.950. Adapun saham di sektor ini mengalami kenaikan harga paling tinggi dialami yang mengalami ARA (+25%) dan (+18,9%).
(Budi/AI)

Sumber : admin
An error occurred.