- Manajemen BCA menilai perubahan outlook tidak berdampak pada kinerja dan operasional perseroan.
- Pertumbuhan kredit disebut tetap dalam koridor sehat dengan kualitas aset terjaga.
- NPL gross 1,7% dan kredit tumbuh 7,7% per akhir 2025, ditopang DPK dan yang solid.
Ipotnews - PT Bank Central Asia Tbk () menegaskan kondisi fundamental perseroan tetap kuat menyusul keputusan Moody's Ratings yang memangkas outlook dari stabil menjadi negatif pada 6 Februari lalu.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan bahwa perubahan outlook tersebut tidak memengaruhi kinerja maupun strategi bisnis perseroan. Menurut dia, BCA tetap berada dalam posisi yang solid baik dari sisi permodalan, likuiditas, maupun kualitas aset.
"Kekhawatiran berlebihan menurut saya tidak dibutuhkan dalam hal ini. Kami tetap menjaga postur loan growth berada pada proses yang sehat, bisa dipertanggungjawabkan, dan comply," ujar Hera usai peluncuran Ocean by BCA di Jakarta, Rabu (11/2), diberitakan Investor.
Moody's sebelumnya menyoroti potensi risiko dari pertumbuhan kredit yang dinilai cukup agresif pada segmen korporasi dan usaha kecil dan menengah (UKM) sepanjang periode 2023-2025. Lembaga pemeringkat itu juga memperkirakan return on tangible assets ( ROTA ) dapat turun tipis ke kisaran 3,5% pada 2026 akibat tekanan pada margin bunga bersih (NIM). Selain itu, rasio permodalan disebut berpotensi melemah secara moderat seiring tingginya pembagian dividen dan ekspansi kredit.
Namun, manajemen memastikan seluruh penyaluran kredit telah melalui proses analisis yang prudent dan sesuai ketentuan regulator. Dengan pendekatan tersebut, perseroan optimistis kualitas aset tetap terjaga.
Per akhir 2025, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross tercatat 1,7%, sementara loan at risk (LAR) berada di level 4,8%. Angka tersebut dinilai mencerminkan profil risiko yang tetap terkendali di tengah ekspansi bisnis.
Dari sisi intermediasi, total kredit tumbuh 7,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Pertumbuhan ini ditopang penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 10,2% yoy menjadi Rp1.249 triliun. Dana murah () bahkan mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi sebesar 13,1% yoy menjadi Rp1.045 triliun.
Hera menambahkan, BCA akan terus memperkuat fundamental melalui inovasi produk dan layanan, sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi.
Sumber : admin