Antam Targetkan Pabrik Emas Gresik Beroperasi 2028 Tambah 30 Ton
Friday, September 11, 2026       14:30 WIB

AI News - Direktur Keuangan Antam, Arini Kasmira, mengonfirmasi bahwa pabrik pengolahan logam mulia di Gresik akan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2028, menambah kapasitas produksi sekitar 30 ton emas per tahun.

Poin Penting

  • Operasional pabrik Gresik diperkirakan dimulai pada tahun 2028.
  • Penambahan kapasitas produksi sebesar 30-40 ton emas per tahun.
  • Investasi proyek diperkirakan mencapai Rp1,1 triliun.
  • Pangsa pasar emas domestik Antam telah melampaui 60 %.
  • Pendapatan semester I-2026 tercatat Rp62,7 triliun dengan laba bersih Rp6,9 triliun.

Apa Signifikansi Penambahan Kapasitas Produksi 30 Ton bagi Posisi Antam di Pasar Emas Domestik?


IDX Channel melaporkan bahwa penambahan kapasitas sebesar 30 ton meningkatkan kemampuan Antam untuk memperkuat dominasi pasar emas domestik yang telah memiliki pangsa lebih dari 60 %. Penambahan ini memungkinkan Antam menangkap pertumbuhan permintaan investasi emas yang terus menguat, terutama karena emas kini semakin dipandang sebagai instrumen perlindungan nilai. Dengan kontribusi emas mencapai sekitar 79 % dari total pendapatan (Rp62,7 triliun) pada semester I-2026, kapasitas ekstra memberikan ruang bagi peningkatan nilai tambah tanpa bergantung sepenuhnya pada kenaikan harga komoditas. Secara keseluruhan, peningkatan produksi diharapkan menambah volume penjualan dan memperluas basis pelanggan, memperkuat posisi Antam sebagai pemimpin pasar yang berkelanjutan.

Bagaimana Proyek Pabrik Gresik akan Mempengaruhi Kemampuan Antam Memenuhi Permintaan Investasi Emas di Indonesia?


Investor.id mencatat bahwa fasilitas baru di Gresik diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 5 juta batangan dan koin emas dengan kadar 99,99 % per tahun, yang secara langsung menanggapi lonjakan permintaan emas investasi domestik. Pabrik ini akan menutup kesenjangan antara pasokan bahan baku dan produk akhir, memastikan ketersediaan produk berkualitas tinggi bagi para investor. Dengan lebih dari 60 % pangsa pasar dan reputasi kualitas yang teruji, Antam dapat memanfaatkan kapasitas tambahan untuk mempertahankan loyalitas konsumen serta menarik segmen baru yang mencari keamanan investasi. Peningkatan output diharapkan juga mengurangi ketergantungan pada impor emas mentah, memperkuat ekosistem nilai tambah dalam negeri dan mendukung agenda hilirisasi pemerintah.

Berapa Besar Investasi yang Diperlukan untuk Pembangunan Fasilitas Baru dan Apa Implikasinya terhadap Keuangan Antam?


Menurut laporan IDX Channel, pembangunan pabrik Gresik memerlukan investasi sekitar Rp1,1 triliun, yang akan dicatat sebagai beban CAPEX pada neraca Antam. Meskipun beban ini signifikan, laba bersih Antam pada semester I-2026 mencapai Rp6,9 triliun, menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menanggung pengeluaran modal tanpa mengganggu profitabilitas. Investasi tersebut diharapkan menghasilkan aliran pendapatan tambahan melalui penjualan produk logam mulia, yang pada akhirnya dapat meningkatkan EBITDA yang telah naik 35 % menjadi Rp9,62 triliun. Dengan landasan keuangan yang kuat, Antam dapat melaksanakan proyek ini sambil terus menjaga disiplin biaya dan mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News